KPK Yakin Harun Masiku Masih Berada di Indonesia

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 02 Maret 2021 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 337 2370780 kpk-yakin-harun-masiku-masih-berada-di-indonesia-ghXJQfychD.jpg Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. (Foto : Sindonews/Raka Dwi Novianto)

JAKARTA - Telah lebih dari satu tahun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga berhasil menangkap mantan calon legislatif dari PDI Perjuangan, Harun Masiku. KPK meyakini Harun Masiku masih berada di Tanah Air.

Diketahui, Harun yang belum diketahui keberadaannya itu telah ditetapkan tersangka kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR pada 9 Januari 2020.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengungkapkan, pihaknya saat ini masih terus mencari keberadaan Harun dan tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Pencarian itu dilakukan dengan satgas khusus untuk mencari para DPO termasuk Harun Masiku.

"Kami udah bentuk dua satgas karena bukan hanya Harun Masiku yang kami cari, tapi ada yang lainnya. Kita tetap berusaha cari yang bersangkutan, bahkan udah libatkan pihak kepolisian. Kalau ada masyarakat yg tau kami udah buka kontak pelaporan di KPK. Silakan saja yang mengetahui, silakan melapor," ujar Alexander dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga : Harun Masiku Dikabarkan Meninggal, Ini Reaksi Keluarga

Meski begitu, Alex menyebut, kemungkinan kecil Harun Masiku telah melancong ke luar negeri untuk bersembunyi. Dirinya yakin Harun Masiku masih di Indonesia, tapi belum diketahui keberadaannya.

"Kami meyakini yang bersangkutan masih di dalam negeri, kalau sistemnya berjalan dengan baik. Pintu-pintu keluar yang resmi itu kan sudah ditutup. Kecuali dia kemudian keluarnya lewat pintu-pintu yang tidak terdeteksi seperti perahu kan. Kalau lewat pintu resmi yang dijaga imigrasi, enggak akan lolos," ungkapnya.

Harun Masiku merupakan salah satu tersangka pemberi suap kepada eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, dalam kasus PAW anggota DPR periode 2019-2014. Harun Masiku diduga menyuap Wahyu sebesar Rp900 juta untuk meloloskannya sebagai anggota DPR menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Baca Juga : KPK Selidiki Dugaan Komunikasi Harun Masiku dengan Kerabatnya

Dalam kasus ini, Wahyu dan mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelia, serta pihak swasta Saeful telah dijatuhi vonis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini