Jaksa KPK Bakal Beberkan Fakta Suap dan Gratifikasi Nurhadi dalam Surat Tuntutan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 02 Maret 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 337 2370763 jaksa-kpk-bakal-beberkan-fakta-suap-dan-gratifikasi-nurhadi-dalam-surat-tuntutan-KWHPiykUWS.jpg Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. (Foto : Okezone/Heru Haryono)

JAKARTA - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menguraikan fakta dugaan suap dan gratifikasi yang diterima mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, dalam surat tuntutan. Hal itu sekaligus menjawab seluruh bantahan Nurhadi maupun tim kuasa hukumnya.

"Kami juga telah menyiapkan uraian fakta terkait bantahan para terdakwa dan tim (Penasihat Hukum) PH-nya selama proses persidangan," kata Jaksa Takdir Suhan yang menangani perkara Nurhadi, saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Selasa (2/3/2021).

Saat dikonfirmasi lebih lanjut apakah Nurhadi akan dituntut maksimal, Jaksa Takdir enggan menjawab secara gamblang. Takdir mengatakan, tim Jaksa akan melayangkan tuntutan sesuai seluruh fakta yang terungkap di persidangan.

"Tim JPU dalam surat tuntutan yang nantinya dibacakan tentunya mempertimbangkan seluruh fakta-fakta di persidangan sesuai alat bukti sebagaimana kami telah hadirkan di depan majelis hakim," tuturnya.

Sekadar informasi, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono bakal menjalani sidang tuntutan pada hari ini. Nurhadi dan menantunya bakal dituntut atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA.

Baca Juga : Terungkap! Ini Tempat Persembunyian Nurhadi dan Menantunya Selama Buron

Sidang tuntutan untuk Nurhadi dan menantunya akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang rencananya digelar sekira pukul 16.00 WIB.

Nurhadi dan Rezky Herbiyono didakwa secara bersama-sama menerima suap sebesar Rp45.726.955.000. Uang suap Rp45,7 miliar itu diduga berasal dari Direktur Utama (Dirut) PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Uang yang diberikan Hiendra tersebut untuk mengupayakan Nurhadi dan Rezky Herbiyono dalam memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer di Cilincing, Jakarta Utara.

Baca Juga : Nurhadi Tuding Menantunya Nikmati Sendiri Uang Rp35,8 Miliar dari Bos MIT

Tak hanya itu, Nurhadi dan Rezky didakwa menerima gratifikasi. Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini