Pendanaan Kelompok Jamaah Islamiyah Berasal dari Anggotanya

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 02 Maret 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 337 2370702 pendanaan-kelompok-jamaah-islamiyah-berasal-dari-anggotanya-KdvOLkJWr6.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan bahwa kelompok Jamaah Islamiyah (JI) menetapkan iuran sebesar 5% dari pendapatan anggotanya yang diterimanya dalam kehidupan sehari-hari.

Iuran itu, digunakan untuk memberikan dukungan pendanaan guna aktivitas terorisme tersebut sehingga dapat tetap berjalan hingga saat ini.

"Iuran setiap gaji yang diterima oleh mereka, itu disumbangkan kepada organisasi sebanyak 5 persen dari pendapatan mereka," kata Rusdi, Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Baca juga:  12 Terduga Teroris di Jatim Masih Terkait dengan Upik Lawanga

Rusdi menjelaskan, bahwa pihak kepolisian saat ini masih mendalami modus iuran tersebut yang berada di jaringan teror JI. Pasalnya, fakta tersebut pun turut terungkap usai Densus 88 menangkap 12 teroris di wilayah Jawa Timur pekan lalu.

Baca juga:  Mantan Pimpinan Jamaah Islamiyah Setuju Terbitnya Perpres RAN-PE

Menurut Rusdi, selain iuran masih terdapat sejumlah metode pendanaan kelompok teror yang turut didalami oleh penyidik kepolisian.

"Ini salah satu dana yang digunakan oleh JI untuk tetap menjaga eksistensi daripada organisasi. Tentunya juga dengan upaya-upaya lain, dana itu. Kemarin kasus kotak amal bermasalah," ujar Rusdi.

Diketahui, para tersangka berinisial UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS, dan MI ditangkap di berbagai wilayah yakni Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, serta Malang.

Dalam penangkapan itu Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti seperti 50 butir peluru 9mm, satu pistol rakitan berjenis FN, empat bendera daulah berwarna hitam dan putih, delapan pisau, dua samurai, tiga golok, dan senjata tajam lainnya berbentuk busur.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini