KPK Dalami Proses Penunjukkan PT RPI sebagai Penggarap Proyek Bansos Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 01 Maret 2021 22:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 337 2370487 kpk-dalami-proses-penunjukkan-pt-rpi-sebagai-penggarap-proyek-bansos-covid-19-OUySnfqXWk.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami proses penunjukan PT Rajawali Parama Indonesia (RPI), sebagai salah satu perusahaan penggarap proyek bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 yang kini berujung rasuah. KPK mendalami proses penunjukan itu lewat seorang saksi.

Adapun, saksi yang didalami keterangannya ihwal proses penunjukan langsung tersebut yakni, Komisaris PT RPI, Daning Saraswati. Daning diperiksa pada hari ini dalam kapasitasnya sebagai saksi atas kasus dugaan suap pengadaan paket bansos untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

"Daning Saraswati (swasta), melalui keterangan saksi tersebut, tim penyidik KPK masih terus mendalami terkait dengan penyitaan dokumen yang berhubungan dengan perkara dan juga terkait penunjukan PT RPI yang ikutserta mendapatkan proyek Bansos tahun 2020 untuk wilayah Jabodetabek di Kemensos RI," beber Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (1/3/2021).

Baca juga:  Usut Suap Bansos Covid-19, KPK Periksa Komisaris PT RPI

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT MPI yang dipimpin oleh Daning Saraswati adalah milik Matheus Joko Santoso. Matheus Joko merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Diduga, PT RPI sengaja dibuat untuk menampung proyek bansos Covid-19. Sebab, perusahaan tersebut baru disahkan pada Agustus 2020 atau saat program bansos digaungkan oleh pemerintah.

Baca juga:  Korupsi Bansos Covid-19, KPK Cecar Ihsan Yunus soal Pembagian Jatah

Dalam temuan awal KPK, PT RPI diduga telah menyetor fee sebesar Rp10 ribu per paket bansos kepada mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan pejabat Kementerian Sosial. PT RPI terdaftar sebagai rekanan penyedia bansos untuk tahap 10, 11, 12, dan 14 (pengadaan bansos untuk komunitas).

 

Selain PT RPI, ada banyak lagi perusahaan yang ikut turut menggarap proyek ini. KPK tidak menutup kemungkinan mengusut keterlibatan perusahaan lain yang diduga ikut bermain dalam proyek ini.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan empat tersangka lainnya sebagai tersangka suap terkait program bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19) di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Keempat tersangka lainnya dalam kasus ini adalah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Van Sidabukke selaku pihak swasta.

KPK menduga, berdasarkan temuan awal, Juliari menerima Rp10 ribu perpaket sembako dengan harga Rp300 ribu. Namun menurut KPK, tak tertutup kemungkinan Juliari menerima lebih dari Rp10 ribu. Total uang yang sudah diterima Juliari Rp 17 miliar.

KPK juga menduga Juliari menggunakan uang suap tersebut untuk keperluan pribadinya, seperti menyewa pesawat jet pribadi. Selain itu, uang suap tersebut juga diduga dipergunakan untuk biaya pemenangan kepala daerah dalam Pilkada serentak 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini