Ide Pendirian Demokrat Tercetus Setelah SBY Kalah dari Hamzah Haz Dampingi Megawati

Rakhmatulloh, Sindonews · Senin 01 Maret 2021 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 337 2369971 ide-pendirian-demokrat-tercetus-setelah-sby-kalah-dari-hamzah-haz-dampingi-megawati-hk25RVfJme.jpg Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA - Konflik internal Partai Demokrat (PD) terus memanas usai sejumlah orang yang menyatakan sebagai pendiri partai mendesak agar Kongres Luar Biasa (KLB) digelar dan kader dipecat dari partai berlambang bintang mercy tersebut.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, membantah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut tak berkeringat untuk mendirikan partai, seperti yang dilontarkan Yus Sudarso, kader Demokrat yang telah dipecat.

"Ini namanya manipulasi sejarah oleh Yus Sudarso. Beliau bilang enggak ada keringat Pak SBY mendirikan partai, bohong itu. Gagasan membentuk partai ini dimulai ketika SBY kalah dari Hamzah Haz untuk menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan di Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2001," ujarnya saat dihubungi, Senin (1/3/2021).

Saat itu, lanjut Herzaky, pendiri partai yakni Almarhum Ventje Rumangkang kemudian menyarankan SBY mendirikan partai. Ventje disebutnya menyampaikan bahwa banyak orang yang menginginkan SBY menjadi pemimpin nasional, termasuk menjadi wakil presiden.

"Namun realitas politik tak memungkinkan lantaran SBY ketika itu tak mempunyai partai. Setelah berdiskusi dengan Ibu Ani, Bapak SBY kemudian mengamini usulan Ventje," ungkap dia.

Baca Juga : Selalu Jadi Korban Fitnah Kejam, SBY: Tak Mudah Mendapatkan Keadilan, Ada Petinggi Bintang 4 Terlibat

Setelah bersedia membentuk partai, kata Herzaky, SBY pula yang kemudian menciptakan nama, logo, bendera, mars, hingga manifesto politik Partai Demokrat. Partai ini pun didirikan pada 9 September 2001, mengambil tanggal yang sama dengan hari ulang tahun SBY pada tanggal 9 bulan sembilan.

"Begitu pula dengan pemilihan jumlah deklarator pendiri partai sebanyak 99 orang," imbuh dia.

Di antara deklarator itu, lanjut Herzaky, bahkan ada nama staf pribadi SBY. Setelah partai terbentuk, almarhumah Ani Yudhoyono, istri SBY, juga didapuk menjadi wakil ketua umum. Hal-hal tersebut demi meyakinkan publik dan menjadi representasi SBY di Demokrat.

"Ini kenyataan sejarah yang tidak bisa dipungkiri, kalau dibilang tidak ada keringat Pak SBY mendirikan partai, itu ketahuan orang yang tidak paham sejarah," ujarnya.

Baca Juga : Sindir Demokrat, Gede Pasek : Yang 'Die Hard', Belajarlah dari Ruhut Sitompul

Di sisi lain, SBY sendiri tak pernah mengklaim berdirinya Demokrat sebagai perjuangannya sendiri. Sehingga, pihaknya mengaku heran jika kini banyak deklarator atau pendiri partai yang merasa lebih besar dan berjasa mendirikan partai. "Demokrat memang didirikan untuk menjadi kendaraan politik mendorong SBY menjadi calon presiden," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini