Nurdin Abdullah Isolasi Mandiri di Rutan Gedung Lama KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 01 Maret 2021 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 337 2369968 nurdin-abdullah-isolasi-mandiri-di-rutan-gedung-lama-kpk-XLdNxKJ9Rk.jpg Nurdin Abdullah. (Foto : Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah sedang menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu di Rumah Tahanan (Rutan) Kavling C1 yang berada di gedung lama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

"Prinsipnya, untuk mitigasi wabah Covid-19 maka isolasi mandiri lebih dahulu," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (1/3/2021).

Ali belum dapat memastikan kapan Nurdin Abdullah akan kembali menjalani pemeriksaan. Intinya, kata Ali, jika penyidik nantinya membutuhkan keterangan Nurdin Abdullah dan tersangka lainnya, akan dilakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR).

"Jika nanti penyidik harus segera memeriksa para tersangka, tetap bisa dilakukan, yang sebelumnya dilakukan swab pcr dulu," terang Ali.

Sebelumnya, KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. Nurdin diduga telah menerima suap dan gratifikasi.

Nurdin ditetapkan bersama dua orang lainnya. Keduanya adalah Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), selaku pihak yang diduga sebagai perantara suap sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah dan seorang kontraktor, Agung Sucipto (AS) selaku pemberi suap.

Baca Juga : Nurdin Abdullah Telah Mengakui Perbuatannya?

Nurdin diduga menerima suap Rp2 miliar dari Agung Sucipto melalui perantaraan Edy Rahmat. Uang suap sebesar Rp2 miliar itu diduga terkait keberlanjutan proyek wisata yang akan dikerjakan oleh Agung Sucipto di Bulukumba.

Selain suap dari Agung Sucipto, KPK menduga Nurdin juga menerima uang atau gratifikasi dari kontraktor lainnya. Nurdin diduga menerima gratifikasi dari kontraktor lainnya sebesar Rp3,4 miliar yang berkaitan proyek di Sulsel.

Atas perbuatannya, Nurdin dan Edy pihak yang diduga penerima suap serta gratifikasi disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, Juncto Pasal 55 ayat ke 1 KUHP.

Baca Juga : KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Suap Nurdin Abdullah

Sedangkan Agung yang diduga sebagai pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini