Artidjo Alkostar Meninggal, Jubir Presiden: Insya Allah Husnul Khotimah

Qur'anul Hidayat, Okezone · Minggu 28 Februari 2021 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 337 2369761 artidjo-alkostar-meninggal-jubir-presiden-insya-allah-husnul-khotimah-myWVoQin7V.jpg Fadjroel Rachman. (Foto: Okezone.com/Fahreza R)

JAKARTA - Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman turut berduka atas meninggalnya Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK), Artidjo Alkostar. Sang pendekar hukum itu tutup usia Minggu (28/2/2021) siang.

“Innalillahi w.r. telah meninggal dunia Dr. Artidjo Alkostar, SH, LLM, anggota Dewan Pengawas @KPK_RI pada hari Minggu, 28 Februari jam 14.00 WIB,” tulisnya di akun Twitter @FadjroeL, Minggu.

Fadjroel mendoakan agar almarhum husnul khotimah. Menurutnya, Artidjo membawa energi perjuangan untuk menegakkan keadilan dan antikorupsi. 

“Insya Allah almarhum husnul khotimah. Energi perjuangan untuk menegakkan keadilan & antikorupsi,” tulisnya.

Artidjo Alkostar.

Berdasarkan informasi dari Menko Polhukam Mahfud MD, mantan Hakim Agung itu meninggal karena sakit jantung dan paru-paru yang dihadapinya. 

Baca juga: Palu Godam Artidjo Alkostar yang Tak Pernah Ragu Jatuhkan Hukuman Maksimal Koruptor

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Artidjo lahir di Situbondo, Jawa Timur, pada 22 Mei 1948 dan meninggal di usia 72 tahun. Dia menempuh pendidikan SMA di Asem Bagus, Situbondo. Setelah lulus, dia kuliah di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII).

Gelas magister (LLM) didapatnya di Universitas Nothwstern, Chicago. Selain itu, dia juga menempuh pelatihan pengacara hak asasi manusia di Universtias Columbia selama enam bulan.

Nama Artidjo populer saat memperberat vonis 4 tahun penjara menjadi 12 tahun kepada politikus Angelina Sondakh untuk kasus korupsi, serta vonis 10 bulan kepada dokter Ayu untuk kasus malapraktik. 

Baca juga: Dewas KPK Sebut Artidjo Alkostar Meninggal Bukan karena Covid-19

Sebelum ditunjuk sebagai Dewas KPK, Artidjo menjabat sebagai Ketua Muda Kamar Pidana Mahkamah Agung Indonesia. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini