Nurdin Abdullah Terjerat Korupsi, Bambang Pacul: Orang Baik Tak Cukup, Kekuasaan Bisa Bikin Lupa

INews.id, · Minggu 28 Februari 2021 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 337 2369753 nurdin-abdullah-terjerat-korupsi-bambang-pacul-orang-baik-tak-cukup-kekuasaan-bisa-bikin-lupa-Zdz1wctU2s.jpg Bambang Pacul. (Foto: Antara)

SEMARANG – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2/2021). Terkait ini, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Bambang Wuryanto mengaku tak curiga, namun kadang punya prasangka.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu menilai Nurdin adalah sosok yang santun dan sering memberi nasehat. 

"Saya tidak curiga, tapi sebagai orang politik kadang-kadang kita punya prasangka. Sepengetahuan saya, Gubernur Sulsel ini gubernur yang santun, sering beri ceramah,” ujar Bambang Pacul usai rangkaian acara HUT Ke-48 PDIP di kantor DPD PDIP Jateng, Semarang, Minggu (28/2/2021).

Bambang Pacul melanjutkan, tak cukup hanya menjadi orang baik di dunia politik. Pasalnya, setelah mendapat kekuasaan bisa saja lupa atau memang jadi incaran orang lain.

Baca juga: Ditunjuk Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun

“Menurut feeling saya ini orang baik, tapi orang baik di politik itu tidak cukup. Kadang dia mendapat kekuasaan bisa kadang-kadang lupa, bisa juga kekuasaan diincar oleh orang lain," ucapnya.

Menurutnya, alat untuk menjatuhkan orang lain bisa melalui penegakan hukum. "Kadang-kadang lho ya, saya tidak mengatakan semuanya, tapi kita semua harus tegak lurus dengan hukum, dan yang tidak boleh dilanggar adalah hukum tertulis dan hukum alam," ujarnya. 

Baca juga: KPK Minta Tersangka dan Saksi Kasus Nurdin Abdullah Kooperatif dan Jujur

Bambang Pacul yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah telah menginstruksikan kader partai berlambang banteng moncong putih ini, terutama yang menjadi kepala daerah agar mengerem kerakusan terkait dengan upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

"Remlah rasa rakus dan internalisasikan nilai-nilai Pancasila, kalau itu bisa 'match' saya kira korupsi turun," katanya. 

Selain itu, yang paling utama dalam mencegah tindak pidana korupsi adalah pembangunan karakter manusia.

Karakter yang bagus, kata dia, tentu memahami bahwa ketika mengambil hak orang lain itu adalah keliru dan jika melakukan tindak pidana korupsi itu berarti mengambil hak rakyat.

"Jadi kalau korupsi itu mengambil hak orang lain, dan di dalam Pancasila itu namanya tidak berpikir adil dan tindakannya kurang beradab," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini