Artidjo Alkostar Meninggal, Berikut Profil dan Biografi Sang Algojo Koruptor

Qur'anul Hidayat, Okezone · Minggu 28 Februari 2021 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 337 2369742 artidjo-alkostar-meninggal-berikut-profil-dan-biografi-sang-algojo-koruptor-FctDqCT1nK.jpg Artidjo Alkostar. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Artidjo Alkostar, salah satu pendekar hukum di Indonesia meninggal dunia. Pria yang dikenal tegas itu dijuluki algojo oleh para koruptor karena ketegasannya yang tak pandang bulu.

Kabar duka meninggalnya Artidjo disampaikan Menko Polhukam, Mahfud MD di akun Twitter-nya, @mohmahfudmd. Artidjo mengembuskan napas terakhir pada Minggu 28 Februari 2021 siang.

“Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yg penuh integritras,” tulis Mahfud.

Jabatan terakhir Artidjo adala Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK). Dia dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 29 Desember 2019.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Artidjo lahir di Situbondo, Jawa Timur, pada 22 Mei 1948 dan meninggal di usia 72 tahun. Dia menempuh pendidikan SMA di Asem Bagus, Situbondo. Setelah lulus, dia kuliah di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII). 

Baca juga: Artidjo Alkostar Meninggal Dunia, Anggota Dewas KPK Takziyah ke Rumah Duka

Gelas magister (LLM) didapatnya di Universitas Nothwstern, Chicago. Selain itu, dia juga menempuh pelatihan pengacara hak asasi manusia di Universtias Columbia selama enam bulan.

Artidjo Alkostar.

Sementara itu, kiprah Artidjo di bidang hukum dimulai pada tahun 1976 dengan menjadi tenaga pengajar di FH UII Yogyakarta. Pada 1981, ia menjadi bagian dari Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, masing-masing menjadi wakil direktur (1981-1983) dan direktur (1983-1989).

Baca juga: Artidjo Alkostar Meninggal, Mahfud MD: Kita Ditinggalkan Penegak Hukum yang Penuh Integritas

Dalam rentang waktu yang sama, Artidjo bekerja selama dua tahun di Human Right Watch divisi Asia di New York. Dia juga mendirikan kantor hukum Artidjo Alkostar and Associates hingga 2000. Selanjutnya, pada tahun 2000 ia terpilih sebagai Hakim Agung Republik Indonesia.

Saat menjabat Hakim Agung, Artidjo mendapat banyak sorotan atas keputusan dan pernyataan perbedaan pendapatnya dalam banyak kasus besar. 

Nama Artidjo populer saat memperberat vonis 4 tahun penjara menjadi 12 tahun kepada politikus Angelina Sondakh untuk kasus korupsi, serta vonis 10 bulan kepada dokter Ayu untuk kasus malapraktik. 

Sebelum ditunjuk sebagai Dewas KPK, Artidjo menjabat sebagai Ketua Muda Kamar Pidana Mahkamah Agung Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini