Peristiwa 28 Februari: Pertempuran Selat Sunda hingga Penembakan PM Swedia

Tim Okezone, Okezone · Minggu 28 Februari 2021 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 337 2369600 peristiwa-28-februari-pertempuran-selat-sunda-hingga-penembakan-pm-swedia-nYR9fYw7fe.jpg Ilustrasi (Foto : Wikipedia)

JAKARTA – Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah pada tanggal 28 Februari. Sejumlah peristiwa itu kemudian tercatat menjadi bagian penting dalam momen dunia.

Okezone merangkum sejumlah peristiwa yang terjadi pada 28 Februari dari tahun ke tahun di berbagai belahan dunia. Berikut kejadian tersebut, sebagaimana dinukil dari Wikipedia.org, Minggu (28/2/2021):

1942 – Pertempuran Selat Sunda

Pertempuran Selat Sunda merupakan peristiwa yang terjadi selama Perang Dunia II. Pertempuran itu mengakibatkan empat kapal tempur dari pihak-pihak yang bertikai tenggelam dan menewaskan ribuan awaknya di Selat Sunda, Indonesia.

Pada 28 Februari hingga 1 Maret 1942 terjadi pertempuran antara Kapal USS Houston Amerika Serikat dibantu HMAS Perth Australia melawan pasukan utama Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Dalam pertempuran itu Kapal USS Houston Amerika, Kapal HMAS Perth Australia, dan dua kapal perang Jepang tenggelam.

Kemenangan diperoleh pihak Jepang dalam perang ini. Sebanyak 696 awak Kapal Houston dan 375 awak Kapal HMAS Perth tewas tenggelam dalam pertempuran itu. Sementara dari pihak Jepang hanya satu kapal penyapu ranjau dan satu kapal transpor yang tenggelam, tidak diperoleh data korban tewas dari pihak Jepang.

1947 – Insiden Berdarah 228 di Taiwan

 

Insiden 28 Februari atau insiden 228 merupakan peristiwa berdarah yang berawal dari pemberontakan anti-pemerintahan di Taiwan. Saat itu Taiwan ditekan oleh Pemerintah Republik China yang dipimpin Kuomintang.

Pemberontakan yang dimulai sejak 28 Februari 1947 tersebut menewaskan ribuan warga sipil. Diperkirakan ada sekira 5.000 hingga 28.000 warga Taiwan yang tewas dibantai dalam pemberontakan itu.

Pemberontakan warga Taiwan tersebut dilatarbelakangi Kuomintang dianggap licik dan kerap korup. Pembantaian itu ditandai dengan dimulainya teror putih, di mana puluh ribu orang hilang dan dipenjara. Peristiwa ini merupakan salah satu momentum terciptanya gerakan kemerdekaan Taiwan.

1948 – Polisi Inggris Menembaki Pawai Tentara

 

 

Pada 28 Februari 1948 terjadi kerusuhan di Accra, yang kini merupakan Ibu Kota Ghana. Saat itu Accra merupakan kawasan koloni atau jajahan Inggris di Gold Coast. Pemicu kerusuhan di Accra disebabkan karena adanya seorang veteran tentara yang ditembak mati oleh kepolisian Inggris.

Awalnya terjadi pawai atau aksi unjuk rasa di Accra yang dimotori oleh para veteran tentara. Kemudian pawai itu dibubarkan oleh Kepolisian Inggris. Terdapat letusan tembakan dalam pembubaran tersebut. Sebanyak tiga orang dilaporkan tewas akibat aksi penembakan, salah satunya, Sersan Nii Adjetey.

Nama Sersan Nii Adjetey diabadikan di Accra. Tak hanya itu, insiden ini memicu dimulainya proses kemerdekaan bagi Gold Coast sebagai Ghana–Koloni Afrika pertama yang menginginkan pembebasan atau kemerdekaan.


1975 – Kecelakaan Kereta Bawah Tanah London

 

Kecelakaan kereta bawah tanah terjadi di Moorgate, London, Inggris, pada 28 Februari 1975 sekira pukul 8.46 waktu setempat. Sebanyak 43 penumpang kereta tewas dan 74 lainnya luka-luka akibat insiden tersebut.

Penyebab kecelakaan karena masinis kereta gagal mengerem atau berhenti di stasiun terakhir Moorgate. Kereta kemudian menabrak ujung dinding stasiun. Peristiwa itu menjadi salah satu kecelakaan kereta bawah tanah terburuk di London.

1986 – Perdana Menteri Swedia Tewas Ditembak

 

Perdana Menteri Swedia Sven Olof Joachim Palme tewas dibunuh pada 28 Februari 1986. Politikus Partai Sosial Demokratik itu menghembuskan napas terakhir usai ditembak menjelang tengah malam di Stockholm.

Sven Olof ditembak dalam sebuah penyergapan di jalanan pusat Kota Stockholm saat berjalan dengan istrinya Lisbeth Palme. Sven Olof dan Palme dilaporkan saat itu baru saja selesai menonton film di bioskop. Tiba-tiba ada letusan tembakan yang mengenai Sven Olof dan istrinya.

Olof terkena dua kali tembakan di perut. Sedangkan istrinya mengalami luka tembak di bagian punggung. Olof tewas saat dibawa ke rumah sakit. Sementara istrinya selamat. Hingga kini belum diketahui dengan pasti siapa pembunuh Olof sebenarnya.

1991 – Perang Teluk 1 Berakhir

 

Perang Teluk Persia 1 atau yang sering disebut Gulf War terjadi sejak 2 Agustus 1990 hingga berakhir pada 28 Februari 1991. Awal penyebab perang teluk tersebut yakni karena adanya invasi Irak atas Kuwait. Irak menginvasi Kuwait dengan cepat dan menjadikan Kuwait sebagai Provinsi Irak pada 28 Agustus 1990.

Peperangan kemudian dimulai antara Koalisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan pihak Irak yang didukung oleh Uni Soviet dan Korea Utara. Perang ini berakhir dengan kemenangan pihak koalisi PBB dan sepakat membebaskan Kuwait.

Saat itu kekuatan koalisi PBB jauh lebih besar yakni 660.000 personel ketimbang pihak Irak yang hanya setengahnya atau sekira 360.000. Sebanyak 378 pasukan koalisi PBB gugur, sedangkan dari pihak Irak ada 25.000 pasukan yang tewas.

1997 – Gempa Bumi di Iran Tewaskan 1.100 Orang

 

 

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang bagian utara Iran, tepatnya dekat Kota Ardabil, pada 28 Februari 1997 sekira pukul 12.57 waktu setempat. Gempa Ardabil 1997 itu dirasakan terjadi selama 15 detik.

Gempa itu menewaskan 1.100 orang dan melukai sekira 2.600. Puluhan ribu bangunan juga turut rusak parah akibat gempa tersebut. Tercatat 12.000 rumah rusak atau hancur dan 160.000 ternak tewas di daerah Ardabil.

2002 – Ratusan Orang Tewas dalam Kerusuhan Gujarat

 

 

Ratusan orang tewas dalam kerusuhan antar agama yang terjadi di Gujarat, India. Dilaporkan ada sebanyak 790 warga beragama Muslim dan 254 warga Hindu tewas dalam peristiwa itu.

Kekerasan di Gujarat sendiri merupakan serangkaian insiden termasuk pembakaran Kereta Api Godhra yang berdampak pada kerusuhan komunal antara Hindu dan Muslim.

Kerusuhan berawal dari serangan terhadap Kereta Sabarmati Express yang membawa 58 peziarah Hindu sekembalinya dari Ayodhya. Sebanyak 58 peziarah itu pun tewas. Berdasarkan laporan, pembakaran kereta didalangi oleh sekelompok massa.

2005 – Bom Bunuh Diri di Pusat Rekrutmen Polisi Irak

 

 

Bom bunuh diri terjadi di Pusat Rekrutmen Kepolisian di Al Hillah, Irak, pada 28 Februari 2005. Dalam insiden itu, dua polisi tewas dan 9 warga sipil terluka. Bom bunuh diri tersebut dilaporkan dilakoni oleh satu bomber.

Bom bunuh diri di Pusat Rekrutmen Kepolisian di Al Hillah itu merupakan satu dari serangkaian aksi teror di Irak. Berdasarkan catatan, sejak Januari hingga Oktober 2007, peristiwa bom bunub diri kerap terjadi di Irak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini