5 Proyek yang Dimenangkan Agung Sucipto, Sang Pemberi Suap Gubernur Nurdin Abdullah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 28 Februari 2021 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 337 2369586 ini-5-proyek-yang-dimenangkan-agung-sucipto-sang-pemberi-suap-gubernur-nurdin-abdullah-CSOfVpRYzJ.jpg KPK tetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka (Foto : Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021.

Dalam kasus tersebut sang penyuap adalah kontraktor bernama Agung Sucipto, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Dan rupanya, Nurdin dan Agung usadh lama kenal.

Bahkan, Agung sebelumnya telah mengerjakan lima proyek infrastruktur di Sulsel. Kelima proyek yang dikerjakan Agung Sucipto itu antara lain, peningkatan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan di Kabupaten Sinjai/Bulukumba (DAK Penugasan) TA 2019 dengan nilai Rp28,9 miliar.

Lalu, proyek pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan (DAK) TA 2020 dengan nilai Rp15,7 Miliar. Kemudian, proyek pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan 11 Paket (APBD Provinsi) dengan nilai Rp19 miliar.

Proyek keempat adalah pembangunan jalan pedisterian dan penerangan jalan kawasan wisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp20,8 miliar.

Baca Juga : Ketua KPK: Agung Sucipto Sudah Lama Kenal Baik dengan Nurdin Abdullah

Baca Juga : Nurdin Abdullah: Saya Tidak Tahu Apa-Apa, Demi Allah!

Dan proyek terakhir, proyek rehabilitasi jalan parkiran 1 dan pembangunan jalan parkiran 2 kawasan wisata bira (Bantuan Keuangan Prov. Sul-Sel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp7,1 miliar.

Selain Nurdin dan Agung, KPK juga menetapkan tersangka pada Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), selaku pihak yang diduga sebagai perantara suap sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah.

"Berdasarkan keterangan para saksi dan bukti yang cukup, maka KPK berkeyakinan bahwa tersangka dalam perkara ini sebanyak tiga orang. Pertama penerima yaitu saudara NA dan saudara ER. Sedangkan aebagai oemberi adalag saudara AS," kata Ketua KPK, Firli Bahuri saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021).

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini