Kisah Desa Emas dan Piring Emas di Kolam Segaran Majapahit

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 28 Februari 2021 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 337 2369582 kisah-desa-emas-dan-piring-emas-di-kolam-segaran-majapahit-GgOVffiBE9.jpg Kolam Segaran di Mojokerto (Foto : Instagram/@agustinusambar)

KOLAM Segaran terletak di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Orang yang pertama kali menemukan kolam adalah Ir. Henry Maclaine Pont pada tahun 1926. Ia mengajak Adipati Mojokerto dan warga setempat untuk melakukan konservasi pusaka kecil-kecilan di Trowulan.

Henry menemukan situs terpendam dan banyak artefak. Sebagian besar berbalut emas, namun saat pendudukan Jepang , Henry ditangkap dan terjadi eksploitasi besar-besaran.

Saat itu hampir setiap hari di desa Kemasan ditemukan emas. Nama desa ini konon berasal dari banyaknya emas di dalam tanah. Munculah para pemburu harta karun selain warga setempat yang ikut memburu emas. Ini terus berlangsung sampai tahun 1965.

Pada tahun 1966, kolam Segaran dipugar, namun kegiatannya hanya berlangsung setahun, pemugaran yang lebih terencana dan terarah baru dilakukan tahun 1974 dan selesai tahun 1984. Saat pemugaran pertama dtemukan bandul jaring, kail pancing dari emas, dan sebuah piring berbahan emas . Penemuan itu ditulis di dinding Museum Trowulan. Posisinya di sebelah kanan batu Surya Majapahit.

Menurut berita Cina dan cerita rakyat, kolam tersebut digunakan untuk rekreasi dan menjamu tamu dari luar negeri. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengadakan pesta besar karena kedatangan duta dari Cina, angkatan perang negeri Tartar.

Saat itu disuguhkan hidangan dengan perkakas dari emas, mulai nampan, piring sampai sendok. Para tamu puas dan menilai bahwa Majapahit negara besar yang patur dihormati.

Setelah pesta usai, sebelum para tamu pulang, Semua perkakas dari emas itu dibuang ke Kolam Segaran.

Menurut budayawan Trowulan, Joko Umbaran, Dukuh Segaran dulu merupakan pawon sewu (dapur umum) untuk memasak ransum buat para ksatria laut dan ksatria Bhayangkara .

Baca Juga : Gayatri Rajapatni, Kisah Kecantikan Putri Majapahit Bagai Cleopatra

Baca Juga : Soekarno Kecil Diramal Ibunya Akan Jadi Pemimpin Besar

Ada sebagian masyarakat beranggapan perabot makan yang dibuang ke kolam akan diambil kembali untuk dicuci, setelah para tamu asing itu meninggalkan acara perjamuan. Ada pula yang beranggapan, perabotan yang dibuang ke kolam itu tak pernah diambil lagi.

Harta karun yang ditemukan di seputar Trowulan selain berupa uang keping emas, peralatan rumah tangga kerajaan juga patung-patung dan candi-candi .

Di Museum Gajah Jakarta, di Muteran Treasure Majapahit di lantai 4, dipajang emas berbentuk uang koin dan mahkota kerajaan yang juga terbuat dari emas

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini