Kasus Penembakan Bripka CS, DPD Pertanyakan Penyalahgunaan Miras dan Narkoba di Kepolisian

Abdul Rochim, Koran SI · Sabtu 27 Februari 2021 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 337 2369454 kasus-penembakan-bripka-cs-dpd-pertanyakan-penyalahgunaan-miras-dan-narkoba-di-kepolisian-DWG4fZCeOf.jpg Bripka CS pelaku penembakan di RM Cafe. (Foto : MNC Portal Indonesia)

JAKARTA - Kasus penembakan yang dilakukan polisi berinisial Bripka CS di Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (25/2/2021) menewaskan tiga orang dan satu lainnya terluka. Salah satu korban merupakan anggota TNI.

Insiden penembakan terjadi setelah sebelumnya terjadi cekcok. Pelaku diketahui dalam kondisi mabuk. Melihat insiden tersebut, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Abdul Rachman Thaha mempertanyakan apakah penyalahgunaan narkoba dan konsumsi miras sudah menjadi fenomena di lingkungan Polri?

Diperlukan data untuk memastikannya. Namun, sejumlah data global bisa dipakai untuk meramalnya. Misal, estimasi penyalahgunaan narkoba di kalangan sipil adalah 10%, sementara di kepolisian 20 hingga 30%.

"Pada personel baru, problem miras 0%. Tapi masuk ke tahun kedua, naik menjadi 27%. Naik karir ke tahun keempat, bertambah ke 36%," ujarnya, Sabtu (27/2/2021).

Mengacu data tersebut, kata senator asal Sulawesi Tengah ini, perlu diambil langkah cepat agar problem serupa tidak terjadi di Tribrata.

"Masalah penyalahgunaan narkoba dan konsumsi miras jangan dinilai mengkhawatirkan hanya ketika dikaitkan ke perilaku brutal oknum polisi, seperti kasus Cengkareng. Penting ditelisik pengaruh narkoba dan miras terhadap tingkat perceraian dan KDRT di kalangan personel," urainya.

Menurutnya, dampak paling serius narkoba dan miras justru pada dimensi profesionalisme polisi sendiri. Yaitu, tingkat absensi, kelambanan respon personel, ketidakkompakan kerja antarpersonel, dan kemungkinan terjadinya penyimpangan pada penanganan kasus-kasus pidana.

Baca Juga : Kasus Bripka CS, IPW Desak Polri Perbaiki Sistem Penggunaan Senjata

Karena itu, ketika diketahui ada personel yang memakai narkoba dan miras, Rachman menyarankan selekasnya Polri melakukan audit kerja personel yang bersangkutan.

"Periksa ulang berkas yang ia kerjakan, evaluasi instruksi dan disposisi yang ia keluarkan, cek perjalanan dinas dan kerja lapangan yang ia lakukan. Intinya, jangan sampai kasus dan laporan masyarakat terbengkalai apalagi ditangani secara tidak keruan," tuturnya.

Demikian pula ketika Polri memutuskan memecat personelnya yang memakai narkoba dan miras. Dia meminta Polri terus monitor personel yang sudah dipecat tersebut agar tidak memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Baca Juga : Bripka CS Tembak Mati 3 Orang, Kapolri Instruksikan Perketat Pemakaian Senpi

"Anggap saja ini kisi-kisi bahwa pada rapat mendatang dengan Polri, saya akan tanyakan ihwal data itu. Sekaligus, saya akan meminta penjelasan Polri tentang di mana keberadaan para personel yang sudah diberhentikan secara tidak hormat. Dukungan penuh saya kepada Polri untuk memberantas habis penyalahgunaan narkoba dan konsumsi miras di dalam lingkup lembaga Tribrata," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini