Ditangkap KPK, Nurdin Abdullah Kepala Daerah Pertama Bergelar Profesor

Dita Angga R, Sindonews · Sabtu 27 Februari 2021 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 337 2369307 ditangkap-kpk-nurdin-abdullah-kepala-daerah-pertama-bergelar-profesor-jOe9Xyhp75.jpg Nurdin Abdullah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat 26 Februari 2021 tengah malam. Selain memiliki banyak prestasi, latarbelakang Nurdin Abdullah sangatlah jarang ditemui pada profil kepala daerah di Indonesia.

Ayah dari dari tiga orang anak ini menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanudin tahun tahun 1986. Kemudian, Nurdin melanjutkan pendudukan masternya di bidang pertanian di Kyushu University Jepang tahun 1991. Di Kyushu ini jugalah Nurdin melanjutkan pendidikan doktoralnya.

Baca Juga:  Tiba di KPK, Nurdin Abdullah Jalani Pemeriksaan Intensif

Nurdin merupakan kepala daerah pertama di Indonesia yang bergelar profesor. Pria kelahiran Pare-Pare 7 Februari ini menyandang gelar profesor di bidang agrikultur. Di karir akademisinya, Nurdin juga sempat menjabat Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar

Selain di bidang akademisi, Nurdin juga menjabat sejumlah posisi penting di perusahan-perusahaan Jepang. Di antaranya Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia, President Director of Global Seafood Japan, dan Director of Kyushu Medical Co. Ltd. Japan.

Nurdin memutuskan untuk masuk ke dunia politik dengan menjadi Bupati Bantaeng selama dua periode. Di masa kepemimpinan inilah, Nurdin memanfaatkan keahliannya di bidang pertanian membawa Bantaeng keluar dari kategori daerah tertinggal.

Baca Juga:  Ditangkap KPK, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah: "Gak Tahu, Saya Lagi Tidur Dijemput"

Dikutip dari website Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Nurdin membawa Bantaeng sebagai kabupaten benih berbasis teknologi. Ia memulai dengan terlebih dahulu merevitalisasi kelembagaan petani dan kelompok tani serta mengesahkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sehingga berbadan hukum. Untuk meningkatkan komoditas unggul, Nurdin bersama masyarakat menerapkan pola zonasi wilayah pengembangan untuk pengembangan komoditas unggulan, termasuk untuk komoditas ekspor.

Alhasil, terobosan-terobosan ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Bantaeng dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk meningkatkan peran Bantaeng di Sulawesi Selatan sebagai kabupaten produktivitas terbaik di berbagai bidang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini