Situs Majapahit di Trowulan Dikhawatirkan Jadi Perumahan

Doddy Handoko , Okezone · Sabtu 27 Februari 2021 06:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 337 2369214 situs-majapahit-di-trowulan-dikhawatirkan-jadi-perumahan-et4qvam2Ox.jpg Candi Arimbi di Jombang juga peninggalan Kerajaan Majapahit (Foto: Okezone)

SITUS Majapahit di Trowulan merupakan kawasan kepurbakalaan peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Situs ini dibangun pada 1293 M dan runtuh di tahun 1521 M.

Menurut Henri Maclaine Pont, Trowulan dahulu bernama “Setra Wulan”. Pendapat mengatakan “Sastrawulan”, merujuk pada sumber Serat Darmagandhul pupuh XX yang menjadi tempat Raja Brawijaya dimakamkan.

Berdasarkan peta yang dibuat Perkumpulan Peduli Majapahit, ibukota kerajaan Majapahit meliputi Kecamatan Sooko, Trowulan dan Jatirejo di Kabupaten Mojokerto dan kecamatan Mojoagung, Mojowarno serta Sumobito di Kabupaten Jombang.

Kawasan ini berada pada luas 10 X 10 kilometer persegi. Ada versi lain yang menyebut 9X11 kilometer persegi.

Pusat kota ibukota Majapahit berada di dalam kawasan ibukota di Trowulan. Terdapat situs seperti Candi Muteran, Candi Gentong, Candi Tengah, kediaman Patih Gajah Mada, kediaman kerabat kaum raja dan tempat pemandian para putri kerajaan.

Situs ni akan dikembangkan menjadi kawasan Cagar Budaya Nasional, Pusat Wisata Budaya, Pusat Studi Sejarah, Kepurbakalaan dan Kebudayaan.

Supriyadi, penggiat sejarah Majapahit yang juga warga Trowulan justru prihatin jika bicara penyelamatan situs Majapahit.

Ia menyoroti tidak adanya usaha dari Pemkab Mojokerto atau BPCB Jatim untuk memperluas atau membebaskan lahan di sekitar candi -candi yang ada di Trowulan.

"Kini masih berupa sawah dan dimiliki masyarakat. Saya khawatir ,10-15 tahun mendatang di sekitar candi akan dijadikan perumahan oleh masyarakat seperti di kerajaan Singhasari , Malang. Saat ini candi -candi di sana sudah terkurung dengan rumah masyarakat,"ujarnya saat diwawancara.

Dikatakannya, Kabupaten Mojokerto harus bisa berkaca dari kesalahan pemerintah Malang karena semua sudah diatur di UU CB /no 11 th 2010/ tentang zonasi di wilayah CB / kawasan Cagar Budaya peringkat Provinsi/Nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini