Heboh Pesan Berantai Sebut Wartawan Positif Covid-19 Usai Divaksin, Jubir Kemenkes Angkat Bicara

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 26 Februari 2021 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 337 2369128 heboh-pesan-berantai-sebut-wartawan-positif-covid-19-usai-divaksin-jubir-kemenkes-angkat-bicara-d4szPUM8ew.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Tersiar kabar lewat pesan berantai bahwa puluhan wartawan terkonfirmasi positif Covid-19 usai disuntik vaksin. Bahkan, di pesan berantai itu disebutkan wartawan yang menerima vaksin merasakan pusing, mual, hingga kehilangan kesadaran (pingsan). 

Masih dalam pesan berantai tersebut, dituliskan puluhan wartawan yang tidak didetilkan jumlahnya itu telah dibawa ke rumah sakit guna diobservasi oleh para dokter. Penyebar pesan berantai mengaku mendapatkan telepon dari Juru Bicara Vaksin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.

"Teman-teman, barusan saya ditelepon jubir Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmidzi. Atas izin Banghab, punten saya menyampaikan pesan beliau ya. dr Nadia melapor hari ini puluhan wartawan terkapar setelah divaksin. Ada yang pusing keliyengan dan mual-mual sampai pingsan. Kemenkes kemudian langsung gerak kan, dan mereka dibawa ke RS untuk diobservasi. Dicek di sejumlah rumah sakit," tulis pesan berantai dikutip Jumat (26/2/2021).  

Baca juga: Heboh Keluarga Anggota DPR Ikut Vaksinasi Covid-19

Menanggapi informasi tersebut, Nadia angkat bicara. Dia memastikan bahwas kabar puluhan wartawan kembali terpapar Covid-19 adalah tidak benar alias hoaks

"Saya ingin mengklarifikasi terkait informasi bahwa puluhan wartawan terkapar pasca vaksinasi Covid-19. Saya sampaikan bahwa informasi yang beredar di WhatsApp grup maupun media sosial ini adalah tidak benar," kata Nadia kepada MNC Media," Jumat (26/2/2021) malam.

Lebih lanjut Nadia menjelaskan, pada pelaksanaan vaksinasi terhadap insan pers memang dilakukan observasi terhadap lima wartawan. Mereka, kata Nadia, diobservasi karena merasakan adanya efek samping pasca-disuntik.

Baca juga: Terinfeksi Covid-19, Gorila di Bonbin Praha Tak Nafsu Makan, Singa Batuk-Batuk

Menurutnya, penyebab efek samping itu setelah ditelusuri karena keteledoran sang wartawan yang tidak sarapan dan kurang istirahat sebelum datang ke lokasi. Nadia menuturkan, saat ini mereka telah dikembalikan ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat. 

"Pada hari ini pasca penyuntikan vaksin Covid-19 terdapat lima awak media yang memang diobservasi karena merasa ada keluhan efek samping pasca-penyuntikan vaksinasi," ucapnya

"Saat ini kelima awak media tersebut sudah kembali ke rumah dan telah dalam kondisi sehat. Adapun dalam pemeriksaan, awak media ini sebelumnya tidak melakukan sarapan atau makan siang sebelum melakukan vaksinasi. Kedua, adalah mereka tidak cukup beristirahat pada malam hari sebelumnya saat besok hari akan mendapatkan vaksinasi," tuturnya.

Nadia pun mengimbau kepada awak media yang hendak melaksanakan vaksinasi, untuk sarapan dan beristirahat cukup.

"Kami mengimbau awak media yang akan mendapatkan vaksinasi besok untuk istirahat yang cukup dan melakukan sarapan sebelum mendatangi lokasi vaksinasi,” imbaunya.

Sekadar informasi, berdasarkan data resmi, vaksinasi untuk jurnalis digelar tiga hari yang dimulai 25 hingga 27 Februari 2021. Sebanyak lima ribu lebih jurnalis telah terdata untuk mengikuti vaksinasi. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini