Rombongan Moge Kebut-kebutan, Danpaspampres: Kalau Membahayakan Bisa Ditembak!

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 26 Februari 2021 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 337 2369059 rombongan-moge-kebut-kebutan-danpaspampres-kalau-membahayakan-bisa-ditembak-xLbfHLPYwO.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto menegaskan, bahwa tindakan yang mengancam seperti aksi kebut-keburan rombongan motor gede (moge) di sekitar Istana dan berakhir dengan aksi tendangan dari anak buahnya, bisa dilumpuhkan dengan cara apa saja. Termasuk penembakan jika membahayakan.

(Baca juga: Dilumpuhkan Paspampres, Rombongan Moge Sedang Sunmori Sekitar Istana)

“Prosedurnya dilumpuhkan. Bisa ditangkap. Kalau membahayakan obyek bisa ditembak,” katanya, Jumat (26/2/2021).

Seperti diketahui, konvoi moge pada hari Minggu lalu dilumpuhkan anggota paspampres karena menerobos jalan ring 1 yang ditutup oleh pihak kepolisian.

(Baca juga: Oknum Polisi yang Todongkan Pistol Dipecat karena Narkoba dan Hamili Perempuan)

Sementara itu, Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang mengatakan bahwa tindakan menendang sebenarnya adalah yang paling ringan. Menurutnya jika menerobos seperti itu aturannya bisa ditembak.

“Sebetulnya itu sudah tindakan yang paling ringan. Sebenarnya kalau sudah menerobos VVIP di aturannya ditembak. Dilumpuhkannya dengan cara ditembak karena sudah mengancam,” ujarnya.

“Sudah menerobos artinya mengancam. Kita kan engga tahu dia mau nerobos mau apa, mau sabotase mau apa. Jadi kita bentuk kewaspadaan karena kita tidak bisa menduga orang menerobos Ring 1 itu mau ngapain. Jadi kita harus lumpuhkan,” tuturnya.

Ditanyakan apakah sebelumnya sudah ada upaya memperingatkan, Wisnu mengatakan bahwa rombongan moge tak mau diberhentikan.

“Ya orang diberhentikan aja engga mau, gimana mau kita ingatkan. Karena sudah sering, setiap Sabtu sore, Minggu pagi dijadikan balapan disitu dengan knalpot racing. Udah melanggar UU lalu lintas, melanggar UU jalan. Jalan itu kan untuk umum. Bukan untuk balapan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini