Rakernas KPPI, Kartini Perindo Soroti Sejumlah Isu Krusial

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 26 Februari 2021 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 337 2368953 rakernas-kppi-kartini-perindo-soroti-sejumlah-isu-krusial-XQIIACz8eT.jpg Foto: Dok Okezone

JAKARTA - Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) akan meningkatkan partisipasi perempuan di parlemen, baik itu di tingkat pusat maupun daerah. Pasalnya, pada Tahun 2024, KPPI menargetkan sebesar 30 persen perempuan duduk di kursi parlemen.

(Baca juga: KSAD Jenderal Andika Terima Kenaikan Pangkat, 2 Pati Resmi Bintang 3)

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum KPPI Dwi Septiani saat menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II yang digelar di Hotel Morrissey, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2021).

"Rakernas ini tujuannya melalukan konsolidasi struktural, kemudian juga menyusun road map, bagi target 30 persen perempuan di parlemen pada 2024. Dimana target tersebut merupakan komitmen yang sudah kita canangkan," ujar Dwi.

Dia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya juga menggandeng beberapa Kementerian/Lembaga terkait. Seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

(Baca juga: Kartini Perindo Salurkan Bantuan Beras ke Warga Cianjur)

Dalam Rakernas kali ini, KPPI, kata Dwi juga akan melakukan pembahasan terhadap isu-isu komtemporer seperti, angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi. Dia berharap, dari pembahasan itu akan keluar sebuah rekomendasi yang nantinya berguna bagi masyarakat luas.

"Kita merespons isu-isu kontemporer yang sedang terjadi. Hari ini angka kematian ibu masih tinggi, angka kematian balita tinggi, dukungan perempuan untuk duduk di lembga politis juga kan masih kurang. Rekomendasi dari KPPI ini akan memberikan kontribusi bagi persoalan-persoalan yang ada di masyarakat," ungkapnya.

Dwi menjelaskan, KPPI adalah sebuah organisasi yang terdiri dari perwakilan perempuan dari 15 partai politik yang ada di tanah air. Adapun pada rakernas tatap muka, pihaknya menghadirkan secara langsung 50 orang perwakilan dari 32 DPD KPPI yang ada, sementara sisanya melalui virtual.

"Kita menaati protokol kesehatan, jadi kita batasi yang hadir hanya 50 orang dari seluruh indonesia. Online kita juga mendungan dari 32 DPD KPPI yang sudah terbentuk itu, minimal di setiap perwakilan ada tiga sampai lima orang," ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Waketum Kartini Partai Perindo Ratih Purnamasari Gunaevy menyambut baik keterlibatan partainya di acara ini. Dia pun mendukung penuh target yang dipatok ihwal jumlah suara perempuan yang ada di parlemen.

Dia memaparkan, Rakernas ini berisikan para pejuang yang tiada henti memperjuangkan kepentingan perempuan di Indonesia.

"Suatu kebanggan bagi Partai Perindo, khususnya Kartini Perindo bisa bergabung dalam KPPI dan mengikuti Rakernas yang kedua. Karena disini adalah tempat dimana berkumpulnya perempuan petarung untuk memperjuangkan 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen," ujarnya.

Ratih pun mengajak para perempuan agar tidak takut untuk terjun ke dunia politik. Menurutnya, asumsi bahwa dunia politik itu keras dan penuh ketidakadilan harus dibuang jauh-jauh, karena dengan politik, dapat mengubah kehidupan perempuan ke depannya.

"Mudah-mudahan kita bisa mengajak perempuan supaya jangan takut berpolitik, karena masih banyak momok bagi perempuan yang berpikiran politik itu adalah dunia keras dan tidak adil. Tetapi, apabila perempuan banyak yang peduli terhadap politik otomatis kehidupan perempuan akan lebih baik ke depannya," ucapnya.

Dalam Rakernas tersebut, Kartini Perindo, kata Ratih akan menyoroti beberapa isu krusial. Antara lain, kekerasan terhadap perempuan, perdaganAN manusia, dan pernikahan anak usia dini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini