Terungkap! Ini Tempat Persembunyian Nurhadi dan Menantunya Selama Buron

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 26 Februari 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 337 2368937 terungkap-ini-tempat-persembunyian-nurhadi-dan-menantunya-selama-buron-FwVUMHElYS.jpg Nurhadi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mengakui sempat bersembunyi bersama menantunya, Rezky Herbiyono, saat buron selama empat bulan. Keduanya bersembunyi di salah satu rumah milik Nurhadi di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kediri, Jawa Timur.

Demikian diakui Nurhadi saat menjalani sidang pemeriksaan sebagai terdakwa perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Nurhadi menjalani sidang secara virtual dari Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (26/2/2021).

"Selama DPO hanya di satu tempat. Di rumah saya di Kediri. Saya hanya berdua sama Rezky. Ya (rumah) yang di Sambi," kata Nurhadi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nurhadi mengklaim tidak ada orang yang mengetahui selain dirinya dan Rezky soal tempat persembunyian tersebut. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan alasannya tidak menghadiri beberapa kali panggilan pemeriksaan KPK hingga akhirnya berstatus buronan. 

"Gini, pertama saya lagi melakukan upaya hukum praperadilan, itu satu. Kedua, saya tidak pernah melakukan hal yang disangkakan tapi saya diposisikan sebagai tersangka, kaitan ini saya harus mendudukan keluarga, memberikan pemahaman, karena keluarga saya perempuan semua dan cucu saya traumatik," bebernya. 

Nurhadi berdalih bahwa ia harus menjelaskan panjang lebar kepada keluarganya ihwal penetapan tersangkanya oleh KPK. Ia mengaku kepada keluarganya bahwa tidak bersalah dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara ini.

"Saya harus memberi pengertian bahkan enggak cukup sekali, dua kali. Saya enggak pernah melakukan tapi disangkakan, itu satu. Karena ada sarana upayanya, maka saya lakukan praperadilan dulu," ucap dia.

Baca juga: Nurhadi Akui Menantunya Dapat Jatah Rp35,8 Miliar dari Bos PT MIT

Kata Nurhadi, saat itu seharusnya KPK menghormati lebih dulu praperadilan yang diajukan pihaknya. Sejalan dengan itu, sambung Nurhadi, ia juga harus menenangkan keluarganya atas kasus yang menjeratnya 

"Jadi ini yang mendasari saya kenapa saya memutuskan untuk tidak hadir panggilan itu kemudian sampai DPO," dalihnya.

Nurhadi dan Rezky Herbiyono masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan KPK sejak 13 Februari 2020. Nurhadi mengaku sempat akan menyerahkan diri sebelum pada akhirnya ditangkap oleh tim penyidik KPK.

Baca juga: Adik Ipar Ungkap Nurhadi Punya Penghasilan Rp1,5 Miliar dari Bisnis Sarang Walet

"Pada saat ramadhan, ini keputusan yang sudah sangat tepat sekali, saya bersama Rezky, pas lebaran kita harus pulang dan kita hadapi. Dan ini istrimu dan mamahmu sudah mulai bisa ngerti," ungkap Nurhadi. 

"Nah setelah itu, setelah ramadhan saya akan serahkan diri. Nah, beda dua hari, kami akan serahkan diri, tapi selang beberapa hari itu kami ditangkap," imbuhnya.

Sekadar informasi, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima suap sebesar Rp45.726.955.000. Uang suap Rp45,7 miliar itu diduga berasal dari Direktur Utama (Dirut) PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto. 

Uang yang diberikan Hiendra tersebut untuk mengupayakan Nurhadi dan Rezky Herbiyono dalam memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer di Cilincing, Jakarta Utara.

Tak hanya itu, Nurhadi dan Rezky juga didakwa menerima gratifikasi. Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini