Marak Eksploitasi Anak di Bawah Umur, KPAI Minta Orangtua Melek Digital

Felldy Utama, iNews · Jum'at 26 Februari 2021 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 337 2368923 marak-eksploitasi-anak-di-bawah-umur-kpai-minta-orangtua-melek-digital-oNKXkCyVu3.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta orangtua diminta melek digital agar bisa mengawasi anak, saat bermain media sosial (medsos). Langkah ini penting dalam rangka menghindari tindak kejahatan eksploitasi anak di bawah umur lewat medsos, untuk dijadikan pekerja seksual.

Komisioner KPAI bidang Pengasuhan, Rita Pranawati mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, hampir semua aktivitas dilakukan secara daring. Banyak anak-anak yang mulai mencoba-coba berselancar di medsos. Kendati demikian, hal ini tidak menjadi sorotan orangtua.

"Peran orangtua terbatas dalam hal ini untuk melakukan pengawasan karena skill atau kemampuannya terbatas maupun komunikasi yang terbatas," kata Rita saat dihuhungi MNC Portal Indonesia, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: KPAI Awasi Pelaksanaan Kebiri Kimia bagi Predator Seks Anak

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan KPAI, di luar belajar online, anak-anak bisa menghabiskan waktu sekitar 2-5 jam bermain gadget. Oleh karena itu, hal ini perlu menjadi PR bagi para orangtua dalam mengawasi sang buah hati.

"Nah, di dalam konteks itu, pencegahannya harus maksimal. Misalnya, bagaimana menggunakan medsos yang baik misalnya, itu kan harus diajarkan. Kalau kamu berkenalan itu bagaimana, literasi digital ini menjadi bagian PR agar anak-anak terhindar dari kejahatan cyber," ujar dia.

Baca juga: Kasus Pelecehan Anak Meningkat, KPAI Desak Polisi Perberat Hukuman bagi Pelaku

Diberitakan sebelumnya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus eksploitasi terhadap anak yang terjadi selama bulan Januari-Februari 2021. Total sebanyak 91 anak jadi korban atas kejahatan tersebut.

"Ada 10 LP dengan tersangka 15 orang, perannya adalah germo yang rata-rata korbannya anak-anak di bawah umur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus dalam jumpa persnya, Kamis (25/2/2021). 

Yusri menyebut secara keseluruhan ada 286 orang yang menjadi korban eksploitasi seksual. Sebanyak 91 di antaranya merupakan anak di bawah umur.

"Ada 286 korban yang diamankan. 91 anak di bawah umur dan 195 orang dewasa," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini