Guru Honorer Harus Dapat Jatah Vaksin Covid-19, DPR: Jangan Sampai Ada Pembedaan Status!

Kiswondari, Sindonews · Jum'at 26 Februari 2021 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 337 2368702 guru-honorer-harus-dapat-jatah-vaksin-covid-19-dpr-jangan-sampai-ada-pembedaan-status-kJ9YRscGR4.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah memastikan guru honorer juga mendapatkan vaksin Covid-19, demi menghindari terjadinya pembedaan status dalam dunia tenaga kependidikan mengingat, 5 juta tenaga pendidik baik guru maupun dosen mendapatkan prioritas vaksinasi pada tahap kedua.

"Jangan sampai terjadi pembedaan status. Karena, semua sama-sama langsung bertatap muka dengan masyarakat. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) harus akurat, jangan sampai ada yang tidak mendapatkan karena permasalahan administrasi," kata Hetifah kepada wartawan, Jumat (26/2/2021).

Legislator asal Kalimantan Timur (Kaltim) mengharapkan, dengan mulai berjalannya vaksinasi maka belajar tatap muka bisa kembali berjalan secara normal. Karena, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah berlangsung selama setahun ini akibat pandemi Covid-19 menimbulkan banyaknya kesenjangan.

Namun demikian, Hetifah mengingatkan kepada segenap guru, dosen dan tenaga kependidikan agar tetap menjalankan protokol kesehatan meski sudah mulai mendapatkan vaksin.

"Seperti melalui sistem shift, jaga jarak meja, dan wajib untuk menggunakan masker bagi masyarakat luas," terang Hetifah.

Baca Juga : Korupsi Bansos Covid-19, KPK Cecar Ihsan Yunus soal Pembagian Jatah

Baca Juga : Jokowi Luncurkan Perangko Seri Vaksinasi Nasional Covid-19

Wakil Ketua Umum Partai Golkar inj juga berharap, kepada segenap orangtua dan institusi pendidikan agar terus dapat berkolaborasi dalam mempersiapkan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan belajar tatap muka selama beberapa bulan ke depan. Ia pun menekankan seluruh stakeholder dapat terus memantau perkembangan untuk memutuskan langkah terbaik.

"Komisi X DPR RI mengingatkan kepada seluruh jajaran stakeholder untuk dapat terus melihat perkembangan. Kita lihat beberapa bulan kedepan, bagaimana efektivitas vaksin ini dalam menghambat penyebaran virus. Semoga semua berjalan lancar," pungkas Hetifah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini