Teka-teki Harta Karun VOC yang Masih Jadi Misteri

Doddy Handoko , Okezone · Jum'at 26 Februari 2021 06:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 337 2368557 teka-teki-harta-karun-voc-yang-masih-jadi-misteri-mlbjYcXcLU.jpg Foto: Istimewa/Gadogado-blackorchid.blogspot

JAKARTA - Pulau Onrust terletak di teluk Jakarta sekitar 3 jam dari Muara Karang dengan menggunakan kapal motor. Dulu pada jaman VOC, pulau Onrust tempat masuknya kapal jika akan ke Batavia.

Dalam Buku C.R Boxer, Jan Kompeni : "Sejarah VOC dalam Perang dan Damai 1602-1799", dituliskan VOC didirikan pada bulan Maret 1602, sesudah perundingan yang lama dan sulit antara Staten Generaal (Dewan Perwakilan).

Wakil utamanya adalah pengacara Holand yang terkenal, Johan van Olden Barneveldt, dan para pengurus dari perusahaan dagang Holand dan perusahaan Zeeland, yang telah dibentuk antara tahun 1596 dan 1602 untuk berdagang di kepulauan Hindia Timur.

Di pulau Onrust muncul kisah tentang harta karun VOC atau VOC Treasure. Mitos harta karun VOC di pulau Onrust itu berawal dari pertanyaan, bahwa institusi dagang sebesar dan sekuat VOC mendadak bangkrut.

Mc Ricklefs menjelaskan dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 (2009), VOC menemui kemundurannya. Hal tersebut ditandai dengan letihnya berperang melawan daerah-daerah Nusantara yang tidak bersedia dieksploitasi serta korupsi yang menyebabkan krisis keuangan perusahaan.

Baca Juga: Sejarah Pulau Onrust: Benteng Pertahanan hingga Lokasi Karantina Haji

Selain dikorupsi, diduga ada harta VOC yang disembunyikan di sekitar Batavia arau Jakarta sekarang.

"Teka-teki ini masih belum bisa terpecahkan.Ada juga yang menduga harta karun di simpan di pulau Onrust atau bunker yang tersebar di kota Batavia,"ujar Hadi. S, penggiat sejarah di Jakarta.

Di sekitar jembatan kota Intan dan Kali besar kawasan Kota Tua terdapat bungker yang masih terpendam, tersebar di bawah tanah kota itu.

Tak hanya di kawasan Kota Tua, atau Tanjungpriuk, data yang ada menyebutkan kawasan Kramat, Kebon Sirih, hingga Meester Cornelis (sekarang Jatinegara) menyimpan bekas bunker di bawahnya.

Terowongan bawah tanah juga ada di bawah menara Syahbandar yang kini lebih dikenal dengan sebutan menara miring , diduga terhubung dengan Benteng Frederik Hendrik di taman Wilhelmina Park Oud Fort dan benteng bawah tanahnya kini menjadi mesjid Istiqlal Jakarta.

"Selain itu juga ada terowongan dibawah gedung Stadius bahkan bungker di Stasiun Kereta Api Tanjung Priok,"tuturnya.

Setelah bunker di bawah Stasiun Tanjungpriuk, bunker di depan Museum Sejarah Jakarta (MSJ), kini bunker lain terkuak sedikit.

Bunker di bawah Jalan Kalibesar Timur (di masa lampau kawasan ini disebut Pasar Pisang) ini dalam kondisi seperti ruang-ruang perkantoran atau ruang penyimpanan barang berharga.

Pintu-pintu besi menjadi sekat ruang bawah tanah. Ada beberapa ruangan yang terbilang luas di bunker ini.

"Namun tentu penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui apakah bunker ini punya koneksi ke bunker lain di kawasan itu, apakah bunker ini hanya sebagai penyimpan barang berharga, atau juga sebagai ruang perlindungan manusia,"ucapnya.

Di masa antara 1937-1942, Perang Dunia (PD) II, Pemerintah Belanda mengharuskan seluruh bangunan pemerintah membangun bunker. Selain sebagai penyimpan barang berharga, juga sebagai perlindungan saat PD II itu. Namun demikian, ternyata warga Belanda juga melengkapi rumah mereka dengan bunker.

Hal itu terungkap dalam bukti-bukti berupa foto dan sebuah kisah khusus tentang bunker dalam majalah d'Orient. Maka bentuk dan peruntukan bunker pun jadi beragam.

Ditambahkannya, ciri-ciri bunker di kawasan tersebut, seperti yang sudah diinventarisir UPT Kota Tua, meskipun belum ada upaya pengecekan, adalah berada di bawah tangga. Demikian pula bunker yang masih menyisakan air setinggi mata kaki di bawah gedung Rotterdam Lloyd.

Bunker dengan tinggi sekitar empat meter tersebut dalam keadaan gelap gulita, untuk turun ke bunker itu, orang tak akan menyangka sebab pintu masuknya sudah tertutup dengan timbunan kayu, rontokan tembok, dan seng.

Sejarah bangunan milik perusahaan pelayaran Rotterdam Lloyd tak terungkap banyak. Namun ada tahun yang menyatakan pembangunan gedung yaitu 1938.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini