Kejagung Periksa 7 Petinggi Perusahaan Sekuritas Terkait Kasus Asabri

Antara, · Jum'at 26 Februari 2021 05:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 337 2368546 kejagung-periksa-7-petinggi-perusahaan-sekuritas-terkait-kasus-asabri-OHEnUKsn8d.jpg Kejagung (Dok Okezone)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tujuh petinggi perusahaan sekuritas sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri, pada Kamis (25/2/2021).

"Tujuh saksi dari perusahaan sekuritas dan satu saksi selaku pihak yang terafiliasi dengan tersangka SW," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Ketujuh saksi itu adalah Direktur Waterfront Securities Indonesia, BS; Direktur Trust Securities, ZB; Direktur BNI Securities, JA; Direktur Yuanta Sekuritas Indonesia, LS; mantan Komisaris PT Minna Padi Investama Sekuritas, ES; Direktur UOB Kay Hian Securities, YFT; serta Direktur Valbury Sekuritas Indonesia, AP.

Selain itu, jaksa penyidik juga memeriksa saksi RN sebagai pihak yang memiliki kaitan dengan tersangka Dirut PT Asabri periode Maret 2016 - Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja (SW).

"Para saksi diperiksa untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di Asabri," tutur Leo.

Baca Juga : Tersangka Asabri Jimmy Sutopo Langsung Ditahan di Rutan KPK

Sejauh ini Jampidsus Kejaksaan Agung telah menetapkan 9 tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 - Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri, Dirut PT Asabri periode Maret 2016 - Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja, Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 - 2014 dan 2015 - 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 - Januari 2017 Ilham W Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Kemudian Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Baik Benny maupun Heru merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Baca Juga : Kasus Asabri, Kejagung Sudah Sita 596 Hektare Tanah Milik Benny Tjokrosaputro

Kasus ini merugikan keuangan negara sebesar Rp23,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini