Rumahnya Digeledah Terkait Korupsi Bansos, Politikus PDIP Ihsan Yunus Diperiksa KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 25 Februari 2021 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 337 2368037 rumahnya-digeledah-terkait-korupsi-bansos-politikus-pdip-ihsan-yunus-diperiksa-kpk-utcl2jBT82.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kediaman anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan, Ihsan Yunus di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Rabu 24 Februari 2021.

(Baca juga: Ungkap Korupsi Bansos Covid-19, KPK 'Acak-acak' Rumah Politikus PDIP)

Hari ini, penyidik memanggil Ihsan Yunus dan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Ihsan Yunus dipanggil untuk digali keterangannya terkait kasus dugaan suap pengadaan paket bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020. Keterangan Ihsan Yunus dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan Matheus Joko Santoso (MJS).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MJS," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (25/2/2021).

(Baca juga: Ini Penampakan Rumah Mewah Politikus PDIP yang 'Diacak-acak' KPK)

Belum diketahui apa yang bakal digali penyidik terhadap Ihsan Yunus pada hari ini. Namun, penyidik telah menggeledah kediaman Ihsan Yunus di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu, (24/2/2021).

Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan kasus dugaan suap terkait korupsi bansos Covid-19. Ali mengklaim bahwa tim penyidik belum menemukan dokumen atau barang bukti yang berkaitan dengan perkara ini dalam penggeledahan tersebut.

"Penggeledehan tersebut telah selesai dilakukan namun sejauh ini tidak ditemukan dokumen atau barang yang berkaitan dengan perkara ini," kata Ali, kemarin.

"Namun demikian, tim penyidik KPK dipastikan masih akan terus mengumpulkan bukti dan melengkapi pembuktian pemberkasan perkara dengan tersangka JPB dkk ini," imbuhnya.

Sekadar informasi, nama mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Fraksi PDI-Perjuangan, Ihsan Yunus terseret dalam pusaran suap terkait pengadaan bansos Corona. Ihsan Yunus kemudian digeser ke Komisi ke II DPR setelah ramai isu keterlibatan dirinya.

Munculnya nama Ihsan Yunus dalam perkara ini diawali ketika penyidik menggeledah sebuah rumah di Jalan Raya Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, pada 12 Januari 2021. Rumah tersebut disebut-sebut milik orang tua Ihsan Yunus. Dari rumah tersebut, KPK mengamankan sejumlah dokumen serta alat komunikasi yang diduga berkaitan dengan perkara ini.

KPK bahkan juga sempat memeriksa adik dari Ihsan Yunus, Muhammad Rakyan Ikram, pada 14 Januari 2021. Penyidik mengonfirmasi Ikram ihwal dugaan keterlibatan perusahaannya dalam pengadaan paket bansos Covid-19 yang berujung rasuah.

Tak berselang lama, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ihsan Yunus, pada 27 Januari 2021. Namun, Ihsan mangkir alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan itu dengan alasan suratnya belum diterima. Ia kemudian meminta kepada KPK untuk dijadwalkan ulang pemeriksaannya.

Dugaan keterlibatan Ihsan Yunus makin terang setelah KPK menggelar rekonstruksi pada, 1 Februari 2021. Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap dugaan aliran dana untuk Ihsan Yunus.

Ihsan Yunus diduga kecipratan uang Rp1,5 miliar dan dua unit sepeda mewah merek Brompton dari Pengusaha Harry Van Sidabukke. Uang dan sepeda itu diduga diterima Ihsan Yunus melalui utusan atau operatornya, Agustri Yogasmara alias Yogas.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan lima orang tersangka dalam perkara ini.Kelima tersangka itu yakni, mantan Mensos Juliari P Batubara. Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabukke (HS).

Matheus dan Adi Wahyono diduga mengambil jatah Rp10 ribu dari tiap paket bansos berupa sembako seharga Rp300 ribu, bekerjasama dengan pengusaha Ardian IM dan Harry Sidabukke. Dari jatah Rp10 ribu di tiap paket sembako, diduga ada yang mengalir untuk mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini