Apakah Masih Terpendam Harta Kesultanan Banten Setelah Diangkut Daendels?

Doddy Handoko , Okezone · Kamis 25 Februari 2021 06:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 337 2367909 apakah-masih-terpendam-harta-kesultanan-banten-setelah-diangkut-daendels-f9A0jVDNBU.jpg Daendels. (Foto : Wikipedia)

KOTA kesultanan Islam Banten dihancurkan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Daendels pada awal abad XIX. Bahan bangunan, kayu hingga ke bata diangkut dijadikan bahan bangunan pusat pemerintahan Banten yang baru di Kota Serang.

Kasultanan Banten mulai berkembang pada abad 16 hingga akhirnya runtuh pada pertengahan abad 19.

Banten berkembang pesat, menjadi salah satu pusat niaga yang penting pada masa itu. Perdagangan laut berkembang ke seluruh Nusantara. Banten menjadi Kesultanan yang makmur dan kaya raya.

Kondisi Kesultanan yang makmut itu, diperkirakan banyak harta yang disimpan di keraton Surosowan. Beberapa waktu lalu sempat muncul isu harta karun terpendam di bawah keraton.ĺ

Namun (alm) Sultan Banten Ismetullah menepis dugaan itu.

"Andaikata ada harta karun di bawah keraton, maka harta karun itu sudah habis diangkut Gubernur Jenderal Deandels. Kota Banten Lama yang besarnya sama dengan Kota Surabaya pada tahun 1960-an, dibumihanguskan. Tidak ada yang tersisa,” ungkapnya.

Awal penghancuran keraton ketika Du Puy, utusan Gubernur Jenderal Daen Dels meminta kepada Sultan Syafiudin untuk meneruskan proyek pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan, juga pelabuhan armada Belanda di Teluk Lada (di Labuhan).

Namun, Syafiuddin dengan tegas menolak. Dia bahkan memancung kepala Du Puy dan menyerahkannya kembali kepada Daen Dels yang kemudian marah besar dan menghancurkan Keraton Kaibon.

Sisa-sisa fondasi atau bangunan yang masih terlihat sekarang seperti Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, benteng Speelwijk, jembatan rente, rumah Cina abad ke-16 dan sejumlah bangunan yang berserakan di atas lahan seluas 3,5 hektare, termasuk Masjid Agung Banten.

Baca Juga : Susi Pudjiastuti Masih Keturunan Prajurit Majapahit

Sedangkan berbagai artefak yang menunjukkan kejayaan Kerajaan Islam Banten memang bertebaran di sejumlah tempat, termasuk berbagai jenis mata uang yang ditemukan di Sungai Ciujung oleh warga Kabupaten Lebak pada tahun 1994.

Secara keseluruhan, artefak yang sudah ditemukan berjumlah jutaan potong, dan diperkirakan masih terpendam berbagai artefak yang menyimpan berbagai data periode keemasan Kerajaan Islam Banten.

Baca Juga : Ken Dedes Telah Selingkuh dengan Ken Arok?

Di museum Kerton Banten terdapat koleksi genting kuno, peluru, keris, golok, meriam, pakaian adat masa Kesultanan Banten,peti perhiasan, serta alat pertunjukan kesenian debus. Selain itu juga terdapat koleksi puluhan mata uang asing dan mata uang yang dicetak masyarakat Banten sendiri, seperti mata uang Caxa (China), VOC (Belanda), Inggris, Tael (Tumdaya), dan mata uang Banten yang diberlakukan pada masa pergerakan nasional yaitu Oridabs (Orang Republik Indonesia Daerah Banten).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini