Susi Pudjiastuti Masih Keturunan Prajurit Majapahit

Doddy Handoko , Okezone · Kamis 25 Februari 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 337 2367900 susi-pudjiastuti-masih-keturunan-prajurit-majapahit-sUyfWOed4d.jpg Susi Pudjiastuti. (Foto : Okezone/Arif Julianto)

Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) menelusuri asal-usul Susi Pudjiastuti (mantan Menteri Kelautan dan Perikanan).

"Saya penasaran dengan kisah hidup Susi, perempuan dengan pendidikan terbatas mampu membangun kerajaan bisnis dari kota kecil Pangandaran," kata Neta S Pane yang bertemu Susi beberapa waktu lalu.

Di udara, Susi berbisnis dengan 52 pesawat dan dua helikopter. Di laut Susi berbisnis dengan puluhan kapal ikan dan pabrik industri perikanan. Di darat Susi berbisnis dengan puluhan bus, hotel, dan areal wisata lainnya.

"Siapakah Susi? Kakek moyang ibunya keturunan Majapahit. Setelah usai Perang Bubat, kakek moyang ibunya yang prajurit Majapahit tidak pulang ke Majapahit tapi kabur ke kawasan Pangandaran dan menetap di sana," ucap Neta.

Dijelaskannya bahwa kakek moyang ayah Susi berasal dari Persia yang datang ke kawasan Banyumas. Setelah lama menetap di sana, sebagian keturunannya bergeser ke Pangandaran dan menetap di sana, termasuk ayahnya.

Di Pangandaran ayahnya aktif mengembangkan Muhammadiyah sambil berprofesi sebagai kontraktor. Tapi usahanya selalu bangkrut.

Sejak kecil Susi selalu dibelikan bapaknya buku-buku soal sosial, politik, ekonomi dll. Di masa Soeharto, Susi sempat ditangkap Laksus Jawa Barat karena mengampanyekan golput.

Neta juga menanyakan tentang pendidikan Susi. "⁰Saya sempat bersekolah di SMA 1 Jogja. Tapi Gegara jatuh saat bermain dan saya sakit, saya tidak bisa masuk sekolah. Setelah sembuh saya malas bersekolah lagi. Bapak saya marah besar. Teman-teman saya satu SMA banyak yang jadi pejabat sekarang ini," jawab Susi.

Baca Juga : Susi Pudjiastuti: Prokes Harus Selalu Diingat, Tidak Boleh Lengah!

Susi menceritakan pula usaha penerbangan yang dirintisnya. Ia setelah tidak bersekolah jualan ikan di Pangandaran. Usaha ini terus berkembang karena banyak permintaan dari dalam dan luar negeri.

Ia lalu berpikir harus punya pesawat agar ikan-ikan segar itu bisa cepat diantar. Awalnya punya satu. Belinya tunai. Lalu tambah satu lagi.

"Saat saya punya dua pesawat terjadi tsunami Aceh. Saat itu saya berpikir, saya harus ke sana membawa bantuan. Saya menjadi orang pertama yang mendaratkan pesawat beberapa hari setelah tsunami Aceh. Saya mendarat di Meulaboh. Semua uang saya Rp450 juta dan berikut bantuan saya bawa ke Aceh. Lalu pesawat kedua juga tiba di Meulaboh. Saya tinggal di Aceh dua bulan lebih membantu korban tsunami," paparnya.

Pulang dari Aceh, Susi mendapat uang banyak karena dua pesawatnya disewa orang-orang asing yang datang ke Aceh. Setelah membantu korban sunami, sisa uangnya masih banyak. Lalu ia membangun Mesjid Raya Pangandaran yang berada di depan rumahnya.

Baca Juga : Dapat Kiriman 50 Ikan Cupang dari Pengusaha, Ini Doa Susi Pudjiastuti

"Karena sisa uangnya masih banyak, saya ke Singapura membeli satu pesawat baru. Bayarnya kes dan pakai uang receh berkoper koper," ungkap Susi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini