Pakar Hukum Sebut Tak Perlu Perppu untuk Revisi UU ITE

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Kamis 25 Februari 2021 05:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 337 2367889 pakar-hukum-sebut-tak-perlu-perppu-untuk-revisi-uu-ite-C8n3csGdXw.jpg Ilustrasi (Ist)

JAKARTA - Pakar hukum pidana Universitas Al Azhar, Suparji Ahmad, menilai tak ada alasan mendesak mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk merevisi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Belum ada alasan darurat dan mendesak untuk lahirnya sebuah perppu. Jadi perlu ditangguhkan gagasan mengelurkan perppu itu," kata Suparji saat dihubungi, Rabu (24/2/2021) malam.

Suparji menjelaskan, saat ini UU ITE yang dianggap sebagai biang kerok kegaduhan karena terjadinya ketidakadilan yang dirasakan masyarakat dalam penanganan kasus.

"Orang menggangap tidak adil karena ada perlakuan yang dianggap lagi lagi diskriminatif. Yang ini dikencengin, yang ini ditahan," ucapnya.

Kendati demikian, dia menilai, ketidak adilan itu bersumber lebih kepada aparat penegak hukum itu sendiri yang menangani berbagai kasus.

"Nah kalau itu kan bukan persoalan normanya. Tapi persoalan aparatnya. Oleh karena itu yang didorong adalah aparat penegak hukum agar berlaku secara objektif, tidak diskriminatif. Semua harus berdasarkan alat bukti dan tidak menimbulkan kecurigaan," ungkapnya.

Menurut dia dengan digulirkannya revisu UU ITE maka para pemangku kebijakan harus lebih berhati-hati lagi dalam mengambil keputusan. Sebab, kata dia, jika dikerjakan secara terburu-buru dikhawatirkan revisi tersebut tidak akan berjalan baik ke depannya.

Baca Juga : Kabareskrim Pastikan Hukum Jajarannya yang Langgar Pedoman Penanganan Perkara UU ITE

"UU ITE ini kan juga konteksnya adalah transaksi elektronik. Jadi jangan kemudian digabungkan dengan informasi elektronik. Oleh karena itu penyusunan revisi ini tidak perlu buru-buru. Tetapi harus mendasar," ucapnya.

Baca Juga : Pengamat : UU ITE Harus Tegaskan Pihak yang Dirugikan Lapor Sendiri

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini