Ini Penampakan Rumah Mewah Politikus PDIP yang 'Diacak-acak' KPK

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 24 Februari 2021 22:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 337 2367826 ini-penampakan-rumah-mewah-politikus-pdip-yang-diacak-acak-kpk-CtUfA0WMyX.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai melakukan penggeledahan di rumah Anggota Komisi II DPR RI, Ihsan Yunus.

Rumah mewah bergaya minimalis modern milik politikus PDIP itu berada di Jalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

(Baca juga: Ungkap Korupsi Bansos Covid-19, KPK 'Acak-acak' Rumah Politikus PDIP)

"Berdasarkan informasi yang kami terima benar tim penyidik KPK dalam perkara dugaan korupsi Bansos di Kemensos TA 2020 , hari ini (24/2) melakukan penggeledahan sebuah rumah yang berada di daerah Pulau Gadung Jakarta Timur," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (24/2/2021).

ist

(Baca juga: Moeldoko Akan Gulingkan AHY, SBY: Saya Turun Gunung!)

Dalam penggeledahan tersebut, Tim penyidik KPK tidak menemukan dokumen atau barang bukti terkait kasus suap korupsi bansos Covid-19. Namun dari informasi yang dihimpun tim penyidik membawa dua koper usai menggeledah rumah Ihsan Yunus.

"Penggeledehan tersebut telah selesai dilakukan namun sejauh ini tidak ditemukan dokumen atau barang yang berkaitan dengan perkara ini," ungkap Ali.

"Namun demikian, Tim penyidik KPK dipastikan masih akan terus mengumpulkan bukti dan melengkapi pembuktian pemberkasan perkara dengan tersangka JPB dkk ini," tambahnya.

Sebelumnya, nama Ihsan Yunus muncul saat KPK menggelar rekonstruksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) pandemi covid-19 Jabodetabek pada 2020 pada Senin 1 Februari 2021 lalu.

Dalam rekonstruksi itu, dihadirkan tersangka Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial, serta pihak swasta Harry Van Sidabukke.

Ihsan dalam rekonstruksi itu diperagakan oleh pemeran pengganti. Dalam rekonstruksi itu, Ihsan diarahkan sedang berbincang tersangka sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos M Syafii Nasution. Perbicangan mereka bertiga diduga terjadi pada Februari 2020 di ruangan kantor ruang kerja M Syafii Nasution.

Selain itu, dalam rekonstruksi tersebut diperagakan bahwa Operator Ihsan Yunus, Agustri Yogaswara alias Yogas menerima dua buah sepeda lipat mahal pabrikan Brompton dari terdakwa sekaligus pihak swasta Harry Van Sidabuke.

Selain sepeda, Harry juga memberikan uang kepada Yogas senilai Rp 1.532.044.000. Penyerahan uang di dalam mobil di kursi belakang yang dilakukan di Jalan Salemba Raya pada Juni 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini