Aparat Jual Senjata ke KKB Papua, DPR: Tindakan Berbahaya, Tak Bisa Ditolerir!

Kiswondari, Sindonews · Rabu 24 Februari 2021 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 337 2367735 aparat-jual-senjata-ke-kkb-papua-dpr-tindakan-berbahaya-tak-bisa-ditolerir-naqYakqj86.jpg DPR RI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus penjualan senjata api serta amunisi oleh oknum TNI dan polisi di Ambon, Maluku, kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua menuai kecaman. Tindakan tersebut tak bisa ditolerir.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, tindakan para oknum prajurit dan polisi di Ambon dan Pulau Liase membahayakan keamanan dan stabilitas keamanan di Tanah Air.

"Kami di Komisi III DPR RI mengecam keras tindakan oknum polisi yang telah menjadi jembatan kelompok kriminal di Papua untuk mendapatkan senjata api. Tindakan ini jelas-jelas sangat berbahaya dan tidak bisa ditolerir," kata Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga:  Selain Polisi, 4 Warga Ditangkap Terkait Dugaan Penjualan Senpi ke KKB Papua

Politikus Partai Nasdem ini menilai, tindakan para oknum polisi ini membuktikan bahwa masih banyak PR (pekerjaan rumah) besar di korps Bhayangkara yang harus diselesaikan oleh Kapolri baru, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

"Kapolri jelas-jelas punya PR besar untuk membersihkan jajarannya dari hal-hal seperti ini karena sangat membahayakan bangsa," tegas Sahroni.

Kemudian, sambung legislator asal Tanjung Priok ini, Kapolri juga perlu memastikan bahwa jajaran kepolisian berpegang teguh pada tugas dan amanahnya sebagai pelindung dan pelayan rakyat, bukan justru membantu KKB yang justru meresahkan.

"Polisi perlu selalu ingat bahwa mereka mengemban tugas mulia untuk melindungi dan melayani rakyat, bukan malah membantu kelompok kriminal. Ini yang harus selalu diingat," pungkasnya.

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Warga Sipil Perantara Penjual Senpi ke KKB

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini