Indeks Kualitas Udara 2020 Tembus Target Nasional

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 24 Februari 2021 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 337 2367603 indeks-kualitas-udara-2020-tembus-target-nasional-831beaOiwz.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar media briefing Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), Rabu (24/2/2021). Salah satu hal yang masuk bagian IKLH adalah penilaian tentang Indeks Kualitas Udara (IKU).

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, RM Karliansyah, mengatakan, IKU 2020 berhasil memenuhi target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Bahwa dari target 84,01, IKU 2020 bisa mencapai 87,21. Ini peningkatan luar biasa," ucap Karliansyah dalam acara yang digelar melalui konferensi video.

Baca Juga:  Pemerintah Susun Langkah Strategis Antisipasi Banjir Kalsel Tidak Terulang

Perolehan angka IKU 2020 yang berada di atas target lebih baik dibanding 2019, baik secara nasional maupun per provinsi. Adapun kenaikannya sebesar 0,65 poin.

Karliansyah memperlihatkan peta IKU 2020. Berdasarkan informasi yang disampaikan, wilayah Indonesia didominasi oleh kualitas udara dengan tingkatan sangat baik dan baik. Untuk kategori sedang ataupun buruk disebut tidak ada.

"Yang sedang pun tidak ada," imbuhnya.

Menurut Karliansyah terjadi tren kenaikan IKU selama kurun waktu 2015 hingga 2020. Berdasarkan evaluasi KLHK disebutkan bahwa ada 27 provinsi yang mengalami tren peningkatan IKU. Tetapi ada 5 wilayah yang paling tinggi, antara lain Provinsi Banten, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Kepulauan Riau.

Baca Juga:  Banjir Kalsel, KLHK: Tutupan Hutan di Daerah Aliran Sungai Cuma 5%

Di samping itu, Karliansyah menyebut terjadi penurunan konsentrasi PM 2.5 pada 2020 di seluruh lokasi AQMS di banding tahun 2019. Pada 2019 konsentrasi PM 2.5 di kota Palangka Raya mengalami kenaikan karena adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Selain itu, karhutla juga mempengaruhi naiknya konsentrasi PM 2.5 tahun 2019 di Kota Jambi, Palembang, Banjarmasin, Pekanbaru, Pontianak, Batam dan Padang yag masuk kategori sedang," terang dia.

"2020 ini penurunannya luar biasa dibanding 2019, jadi di sisi kanan itu ada dua kategori; baik dan sedang. Artinya Alhamdulillah kita bisa mendapatkan udara yang sehat, kalau kita lihat 2019, ada Kota Palangkaraya warna kuning (tidak sehat) karena pengaruh karhutla, demikian juga ada beberapa kota lain, tapi tidak begitu tinggi," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini