Sebulan Isu Kudeta Demokrat, Begini Nasib Kader Pengkhianat Partai

Kiswondari, Sindonews · Rabu 24 Februari 2021 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 337 2367539 sebulan-isu-kudeta-demokrat-begini-nasib-kader-pengkhianat-partai-e757EYC0ZB.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA – Setelah hampir satu bulan isu kudeta bergulir, ternyata DPP Partai Demokrat belum memutuskan nasib para kader yang disebut-sebut ingin menggulingkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum (Ketum) Demokrat.

(Baca juga: Diterpa Isu Kudeta, Mantan Kader Demokrat Doakan AHY Tegar)

Isu kudeta itu disebutkan sebagai gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) yang digawangi oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

"Memang kader-kader militan dari seluruh Indonesia, para pemilik suara yang sah, sudah mendesak terus juga agar para pelaku GPK PD yang masih tercatat sebagai kader Partai Demokrat, untuk dipecat segera," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP PD, Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

(Baca juga: Sah! Komjen Agus Andrianto Resmi Menjabat sebagai Kabareskrim)

Dikatakan Herzaky, para kader Demokrat yang loyal pada dasarnya tidak rela kalau para pengkhianat di partai ini masih satu atap dengan mereka. Untuk itu, mereka meminta para pengkhianat tersebut untuk dibersihkan dari Partai Demokrat.

"Karena mereka, kader-kader militan dan para pemilik suara sah ini, tidak terima perjuangan keras mereka bersama Ketum AHY yang sudah menuai hasil sangat baik selama sebelas bulan terakhir, dinodai oleh kader-kader pengkhianat yang malah tidak punya peran sama sekali dalam mengangkat nama baik Demokrat selama setahun terakhir," paparnya.

Herzaky menjelaskan, tentunya aspirasi para kader dan pemilik suara sah ini benar-benar disimak oleh Ketum, Badan Pembuna Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK), Dewan Kehormatan, maupun Mahkamah Partai. Bagaimanapun, pengurus Demokrat akan menegakkan hukum yang berlaku di internal partai.

"Ada aturan dan mekanisme untuk para pengkhianat yang berkomplot dengan pihak eksternal dalam usaha mengambil alih kepemimpinan ini secara paksa," ujar Herzaky.

Karena itu, dia menegaskan bahwa sanksi tegas sudah pasti akan diberikan kepada siapapun yang terlibat. Namun apa sanksinya, pihaknya akan segera memutuskan.

"Pemecatan memang sanksi terberat yang akan kami berikan. Tunggu saja infonya dalam beberapa hari ke depan. Keputusannya akan keluar," pungkas Herzaky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini