KPK Panggil Bos PT Cipta Mitra Artha terkait Kasus Suap Bansos Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 24 Februari 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 337 2367376 kpk-panggil-bos-pt-cipta-mitra-artha-terkait-kasus-suap-bansos-covid-19-EchAdkWnZu.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengagendakan pemeriksaan terhadap Direktur PT Cipta Mitra Artha, Vloro Maxi Sulaksono, pada hari ini, Rabu (24/2/2021). Sedianya, Vloro Sulaksono akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus korupsi bansos Covid-19.

Vloro akan didalami keterangannya terkait kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020. Keterangan Vloro dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Matheus Joko Santoso (MJS).

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MJS," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (24/2/2021).

Baca juga:  Penyuap Eks Mensos Juliari Batubara Jalani Sidang Perdana Pagi Ini

Belum diketahui dengan pasti apa yang bakal didalami penyidik dari keterangan Vloro Sulaksono. Kendati demikian, PT Cipta Mitra Artha yang dipimpin oleh Vloro Sulaksono merupakan salah satu perusahaan yang mengerjakan proyek bansos Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dhimpun, PT Cipta Mitra Artha dikabarkan mendapatkan kuota sebanyak 1,25 juta paket yang berkaitan dengan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19. Adapun, nilai kontrak yang diperoleh oleh PT Cipta Mitra Artha mencapai kisaran 337,5 miliar.

Baca juga:  KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Tersangka Suap Bansos Corona untuk Hotma Sitompul

Sejauh ini, KPK baru menetapkan lima orang tersangka dalam perkara ini. Kelima tersangka itu yakni, mantan Mensos Juliari P Batubara. Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), dan Harry Van Sidabukke (HS).

Matheus dan Adi Wahyono diduga mengambil jatah Rp10 ribu dari tiap paket bansos berupa sembako seharga Rp300 ribu, bekerjasama dengan pengusaha Ardian IM dan Harry Sidabukke. Dari jatah Rp10 ribu di tiap paket sembako, diduga ada yang mengalir untuk mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini