Pengusaha Penyuap Mantan Bupati Cirebon Segera Diseret ke Meja Hijau

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 24 Februari 2021 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 337 2367346 pengusaha-penyuap-mantan-bupati-cirebon-segera-diseret-ke-meja-hijau-75zUT6LKqD.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan Direktur Utama (Dirut) PT Kings Property Indonesia, Sutikno. Terdakwa penyuap mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra itu akan segera disidang dalam waktu dekat.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyatakan bahwa berkas perkara Sutikno terkait kasus dugaan suap kepada Sunjaya Purwadisastra selaku Bupati Cirebon periode 2019-2024 atas izin kawasan industri di Kabupaten Cirebon telah dilimpahkan ke tahap II atau penuntutan.

"Tim penyidik KPK melaksanakan tahap 2 atau penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Tim JPU dengan tersangka STN (Sutikno) dalam perkara dugaan TPK suap kepada SP (Sunjaya Purwadisastra) Bupati Cirebon 2019-2024. Sebelumnya berkas perkara penyidikan telah di nyatakan lengkap oleh Tim JPU," kata Ali melalui pesan singkatnya, Rabu (24/2/2021).

Baca juga:  KPK Tahan Dirut Kings Property Indonesia Terkait Suap Kawasan Industri Cirebon

Dengan pelimpahan ke tahap II ini, kata Ali, penahanan Sutikno dilanjutkan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, selama 20 hari kedepan terhitung sejak 23 Februari 2021 sampai dengan 14 Maret 2021. Sutikno ditaha di Rutan KPK Kavling C1.

Lebih lanjut, dibeberkan Ali, tim JPU memiliki waktu maksimal 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan terhadap Sutikno. Nantinya surat dakwaan tersebut akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan.

 Baca juga: KPK Beberkan Konstruksi Suap Tersangka Suap Eks Bupati Cirebon Sunjaya

"Selama proses penyidikan telah diperiksa 30 saksi diantaranya Sunjaya Purwadisastra dan para aparatur sipil di Pemkab Cirebon," kata Ali.

Kasus suap yang menjerat Sutikno bermula pada 2017. Saat itu, PT Kings Property berencana menanamkan modalnya di Cirebon dengan membangun kawasan industri pabrik sepatu.

Sutikno kemudian menugaskan anak buahnya Sukirno untuk mengurus perizinan di dinas-dinas terkait dengan berkomunikasi dengan pihak pemerintah terkait rencana tersebut serta beraudiensi dengan masyarakat dan perangkat desa untuk rencana pembebasan lahan.

Agar proses perizinan berjalan lancar, Sutikno pun memerintahkan Sukirno untuk memberikan uang tunai sebesar Rp4 miliar kepada Sunjaya melalui ajudannya.

Atas perbuatannya, Sutikno disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi‎.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini