Popularitas Habib Rizieq Meroket, Masuk Capres Potensial 2024 Hasil Riset LSI

Rakhmatulloh, Sindonews · Rabu 24 Februari 2021 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 337 2367296 popularitas-habib-rizieq-meroket-masuk-capres-potensial-2024-hasil-riset-lsi-gizNyX49Ol.jpg Habib Rizieq Shihab.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) menjaring nama Habib Rizieq Shihab sebagai calon presiden potensial di 2024 mendatang.

Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu, berada pada posisi 15 dengan tingkat elektabilitas 0,2% berdasarkan top of mind.

Perolehan ini, mengalahkan elektabilitas Ketua DPR Puan Maharani dan sejumlah nama menteri Kabinet Indonesia maju.

Baca Juga: Habib Rizieq dan Sobri Lubis Ajarkan Hadits Targhib Wat Tarhib di Rutan

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisi (SUDRA) Fadhli Harahab menilai, terjaringnya nama HRS dalam sejumlah survei tak lepas dari kepopulerannya sebagai pimpinan salah satu ormas islam yang kerap berseberangan dengan pemerintah.

"Tiap hari terekspos media massa. Tiap hari bikin kerumunan massa tentu saja Habib Rizieq Shihab populer berdasarkan top of mind," kata Fadhli saat dihubungi, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga: Sidang Praperadilan Perdana, Ini Harapan Habib Rizieq

Fadhli menyebut, kepopuleran Habib Rizieq memuncak saat dia kembali ke Tanah Air dengan membawa 'misi revolusi akhlak'. Akibat kepulangannya itu, kemudian muncul kasus 'kerumunan massa' yang terjadi di beberapa lokasi.

"Puncaknya saat dia pulang dengan membawa revolusi akhlak itu. Ribuan orang menjemput, berkerumun di bandara, meski masih dalam kondisi pandemi," terangnya.

Tak sampai di situ, kerumunan massa masih berlanjut dengan safari dakwah dan prosesi pernikahan anaknya yang cukup mengundang perhatian publik. Saat itu, hampir mayoritas pemberitaan menyoroti sepak terjang mantan 'pentolan' aksi 212 dan 411 tersebut.

"Efek kerumunan massa ini kemudian melejitkan nama HRS, dia mendapat porsi pemberitaan lebih karena dinilai kontra terhadap kebijakan pemerintah," pungkasnya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini