Pengamat : UU ITE Harus Tegaskan Pihak yang Dirugikan Lapor Sendiri

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Rabu 24 Februari 2021 05:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 337 2367226 pengamat-uu-ite-harus-tegaskan-pihak-yang-dirugikan-lapor-sendiri-7T8wLwsdMP.jpg Ilustrasi (Ist)

JAKARTA - Penegakan hukum dalam kasus penghinaan di Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) selama ini dianggap terjadi penyimpangan. Pakar hukum Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Juajir Sumardi menilai, selama ini pelapor bukan merupakan individu yang diserang atau dirugikan.

"Kalau kita lihat status dari tersangka kita lihat dulu ya. Apakah itu dilaporkan oleh yang bersangkutan dalam arti kata kan ini deliknya delik aduan. Artinya mereka yang merasa dirugikan secara langsung harusnya yang melaporkan sendiri," kata Juajir saat dihubungi, Selasa (23/2/2021).

Dia menjelaskan, selama ini yang terjadi dalam kasus penghinaan yang memakai UU ITE merupakan penyimpangan sistem hukum. Sebab, lanjut dia, itu tidak sesuai dengan hukum acara itu sendiri.

"Kalau hukum acara mengatakan bahwa pihak yang merasa dirugikan secara langsung terhadap dirinya ini adalah delik penghinaan. Itu yang harus melaporkan sendiri, bukan oleh pihak lainnya," ujarnya.

Dia menilai, kegaduhan yang terjadi saat ini ditimbulkan adanya kepentingan kelompok tertentu yang memanfaatkan UU ITE sebagai alat.

Baca Juga : Perumusan Kembali UU ITE, Pakar Hukum: Harus Akomodasi Kepentingan Masyarakat

"Itulah yang terjadi saat ini banyak laporan disampaikan atau dilaporkan oleh pihak-pihak yang tidak secara langsung diserang. Jadi proses pengakan hukum itu mengalami pembiasan," ungkapnya.

Baca Juga : Kapolri Terbitkan SE soal UU ITE, Kepolisian Diminta Konsisten dalam Penerapannya

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini