Kabupaten Bogor Disebut Terendah Tingkat Kesadaran Pakai Masker, Wabup: Parameternya Apa?

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 23 Februari 2021 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 337 2367090 kabupaten-bogor-disebut-terendah-tingkat-kesadaran-pakai-masker-wabup-parameternya-apa-ES06fnNNJb.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

BOGOR - Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan angkat bicara perihal pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyebut tingkat penggunaan masker di wilayahnya terendah se-Jawa Barat. Hal itu karena penduduk di Kabupaten Bogor paling banyak.

"Tergolong rendah itu parameternya apa? Kalau menurut saya presentase penggunaan masker jumlah penduduk Kabupaten Bogor kan banyak dibandingkan dengan Kota Bogor ya pasti rendah. Mungkin kalau benar itu, parameternya perbandingan dengan jumlah penduduk ya pasti rendah," kata Iwan, kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (23/2/2021).

Banyaknya jumlah masyarakat itu tidak sebanding dengan petugas yang ada. Sehingga, memang perlu ada penguatan di tingkat desa atau kecamatan.

"Iya betul (tidak sebanding). Jadi contoh di Sukamakmur kita survei ke sana atau daerah ujung Bogor itu sulit. Jumlah penduduk tersebar, jumlah petugasnya di desa paling tim satgas desa paling staf desa kita belum maksimal dan sebagainya. Makanya dari tingkat sosialisasi perlu dukungan semua pihak lah termasuk kesadaran masyarakat," ungkap Iwan.

Di tambah, masyarakat di desa umumnya kurang informasi dan tak sedikit yang masih tidak percaya dengan covid-19. Sehingga perlu proses panjang untuk melakukan sosialisasi dan lainnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Menurun, Epidemiolog Sebut Masyarakat Takut Kuburan Penuh

"Kita akui di desa ini kan petugas juga sosialisasi di desa juga info masyarakat di kampung masih banyak yang tidak yakin terkait masalah covid ini. Jadi kita juga harus terus proaktif dari petugas kecamatan desa dan kabupaten turun ke desa-desa itu permasalahan yang terjadi dengan jumlah penduduk yang banyak kita juga harus berbagi tugas dengan desa, artinya ya perlu proses panjang gitu," jelasnya.

Dalam sisi aturan, ke depan Pemkab Kabupaten Bogor bersama aparat TNI-Polri dan Satpol PP akan lebih gecar lagi dalam hal pemberian sanksi bagi warga yang tidak memakai masker. Tetapi, masih bersifat sanksi sosial dan mengedepankan edukasi.

"Kita ngobrol dengan TNI-Polri kalau masyarakat sementara sanksi sosialnya yg memang harus diketatkan hukumannya dan bersifat edukasi. Kecuali di daerah perkotaan, kalau diperkotaan kita bisa gunakan tindakan tegas. Dan selama ini yang terjadi pengawasan atau Operasi Yustusi itu di daerah perkotaan. Kalau kita fokusnya disebaran covid tingginya di 7 kecamatan," pungkas Iwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini