BMKG Deteksi Bibit Siklon, Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa Jabodetabek Sepekan Mendatang

Tim Okezone, Okezone · Selasa 23 Februari 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 337 2367051 bmkg-deteksi-bibit-siklon-cuaca-ekstrem-diprediksi-landa-jabodetabek-sepekan-mendatang-DNvDhYqRf9.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya Pusat Tekanan Rendah (Low Pressure Area - LPA) atau dikenal sebagai potensi bibit siklon di sekitar selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 2 hari terakhir, yang berpotensi dapat berkembang menjadi Siklon Tropis.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan, bibit siklon tersebut diprediksikan masih bertahan dan menunjukkan pergerakan ke arah barat mendekati wilayah laut di selatan Jawa Timur dengan potensi intensitas yang menguat hingga 2 hari mendatang.

"Dalam hal ini BMKG terus memonitor perkembangan LPA (potensi bibit siklon) tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan dapat menguat menjadi siklon tropis," jelasnya.

Keberadaan Low Pressure Area (LPA) atau potensi bibit siklon tersebut cukup signifikan berdampak pada pembentukan pola konvergensi dan belokan angin di wilayah Sumatra Selatan - Jawa - Nusa Tenggara dan secara tidak langsung dapat berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

"Selain itu dapat menimbulkan potensi angin kencang di wilayah perairan dan potensi gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa hingga Nusa Tenggara," ungkapnya.

Baca Juga: Berikut Rincian 21 Provinsi yang Diprediksi Diguyur Hujan Lebat Berpotensi Banjir

Kondisi dinamika atmosfer tersebut di atas secara umum cukup signifikan berpengaruh terhadap potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Jawa mulai tanggal 23 Februari 2021.

Sedangkan untuk wilayah Jabodetabek, potensi cuaca ekstrem berdampak signifikan diprediksikan dapat terjadi mulai tanggal 24-27 Februari 2021.

"Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata," ungkap Guswanto.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini