Bersaksi di Sidang, Ahli Bahasa Sebut Pernyataan Gus Nur soal NU demi Viewer

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 23 Februari 2021 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 337 2367031 bersaksi-di-sidang-ahli-bahasa-sebut-pernyataan-gus-nur-soal-nu-demi-viewer-pUKXOBRltN.jpg Gus Nur (Foto: Instagram Gus Nur)

JAKARTA - Saksi ahli Linguistik Forensik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Andika Dutha Bachari menyatakan tujuan pernyataan terdakwa ujaran kebencian Sugi Nur Raharja atau Gus Nur tentang Nahdlatul Ulama (NU) di akun Youtube demi memperbanyak pengikut (subscriber) dan penonton (viewer). Saat ini, aktivitas mengunggah video di Youtube memiliki orientasi bisnis.

Andika mengungkapkan hal tersebut saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi ahli dalam persidangan kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Gus Nur, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga:  Gus Nur: Saya Belum Terbukti Bersalah Sudah Dizalimi

Menurutnya, semakin banyak sebuah video ditonton, kata dia, semakin banyak pula keuntungan yang didapatkan oleh si pemilik akun Youtube tersebut.

"Dalam konteks terdakwa, ditanya dalam sebuah channel Youtube, ini terjadi dalam dunia digital sekarang itu sebagai aktivitas bisnis. Jadi dia betul - betul meresapi bahwa yang dikatakannya itu ingin tersebar karena berharap viewer atau subscriber. Dan ketika ada traffic atau subscriber maka di sana ada earn atau keuntungan," ujarnya dalam persidangan Gus Nur di PN Jakarta Selatan.

Maka itu, kata dia, apa yang dilakukan Gus Nur, baik pernyataan di dalam video maupun aktivitas pengunggahannya itu sesuatu yang memang disengaja. Gus Nur melakukan hal itu karena memiliki tujuan dan maksud tertentu.

"Jadi memang ini bukan sesuatu yang tidak disengaja, tapi dilakukan dengan tujuan tertentu," jelasnya.

Guru Besar Bahasa di UPI itu menjelaskan, perbuatan Gus Nur itu juga termasuk dalam kategori mendistribusikan lantaran pernyataannya itu tidak ditargetkan pada seseorang saja, tapi pada semua orang. Alhasil, semua orang yang berpotensi melihat sebuah konten itu, lalu orang yang menyiarkan pun dinyatakan mendistribusikan.

"Di dalam postingan terdakwa saya menemukan adanya labelisasi negatif terhadap golongan tertentu, yang disebutkan terdakwa jelas adalah Nahdlatul Ulama. Jadi, labelisasi negatif itu yang diumpamakan bus yang jalannya oleng, ugal-ugalan, mabok dipicu sopirnya, keneknya, jadi mengasosuasikan di dalam tubuh NU dihuni atau diisi penumpang yang secara negatif dia labeli," jelasnya.

Baca Juga:  Bikin Onar, Keluarga Gus Nur Diusir dari Ruang Sidang

Dia menambahkan, saat kata negatif itu disebarkan ke golongan tertentu bakal menimbulkan luka dan saat ada daya luka, orang itu akan memunculkan sikap permusuhan dan kebencian sebagaimana dalam hukum kausalitas.

"Saat ada orang yang dilabelisasi negatif, maka secara logika dan naluriah manusiawi, tentu akan menimbulkan sikap tidak senang dan permusuhan pada individu atau kelompok, dan ini yang disasar," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini