Polemik Penahanan IRT dan 2 Balitanya, Polri: Sudah 9 Kali Mediasi

Riezky Maulana, iNews · Selasa 23 Februari 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 337 2366762 polemik-penahanan-irt-dan-2-balitanya-polri-sudah-9-kali-mediasi-pAkC7a0Xl8.jpg Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono (Foto : Sindonews)

JAKARTA - Kasus pelemparan gudang rokok yang dilakukan empat ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berujung penahanan menuai polemik. Banyak pihak yang menyayangkan penahanan yang dilakukan terhadap empat IRT dan dua balita lantaran masih membutuhkan ASI.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pihak Polri melalui Kapolres Lombok Tengah telah melakukan upaya mediasi sebanyak sembilan kali. Akan tetapi, mediasi tersebut tidak dapat membuahkan hasil.

"Telah dilakukan mediasi sebanyak 9 kali oleh Kapolres Lombok Tengah namun tidak berhasil," kata Argo di Jakarta, (23/2/2021).

Lebih jauh dia memaparkan, berkas perkara kasus tersebut sudah lengkap atau P21 per tanggal 3 Februari 2021. Kemudian tanggal 16 Februari 2021 dilakukan tahap dua penyerahan tersangka dan barang bukti diserahkan ke kejaksaan.

"Selama proses penyidikan para tersangka tidak ditahan," ungkap Argo.

Argo mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kajari dan Ketua PN Lombok Tengah guna melakukan sidang secara virtual, serta kelanjutan vonis sidang ke depannya.

Baca Juga : Penahanan 4 IRT Bersama Anak-anaknya Ditangguhkan, MPR: Hukum Jangan Tajam ke Bawah!

Untuk diketahui, empat perempuan asal Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Praya sejak Rabu (17/2/2021). Mereka ditahan karena dilaporkan melempar pabrik tembakau UD Mawar, milik Suhardi di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah pada 26 Desember 2020, dengan batu.

Akibat aksi pelemparan batu itu, pabrik rokok itu disebut menderita kerugian Rp 4,5 juta. Akibat kasus tersebut, keempatnya disangkakan Pasal 170 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukum penjara 5 tahun 6 bulan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini