Vaksin Covid-19 untuk Pemuka Agama, Menkes: Hari Ini Digelar di Masjid Istiqlal

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 23 Februari 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 337 2366737 vaksin-covid-19-untuk-pemuka-agama-menkes-hari-ini-digelar-di-masjid-istiqlal-QOcesCOYj2.jpg Vaksin Covid-19.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) menjelaskan, pemuka agama mulai divaksinasi Covid-19 yang dilakukan pertama kali di Masjid Istiqlal Jakarta, hari ini.

“Pagi ini mengunjungi Masjid Istiqlal, karena dilakukan vaksinasi untuk para pemuka agama. Dari pemuka agama Islam, agama Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu ada semua di sana,” ungkap BGS sapaan akrabnya dalam talk show di Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Selasa (23/2/2021).

Dalam kesempatan itu, BGS juga mengungkapkan bahwa vaksinasi ini juga bisa digunakan untuk merajut kebangsaan. “Saya sengaja bahwa melihat vaksinasi ini bisa merajut kebangsaan kita bersama, regardless agamanya apa, bersama melawan pandemi,” tuturnya.

Baca Juga: Hotman Paris Jalani Vaksinasi Covid-19, Nakes Rebutan Foto Bersama

Bahkan, BGS juga kagum melihat Masjid Istiqlal yang digunakan untuk ibadah umat muslim bisa digunakan untuk vaksinasi bagi para tokoh agama lainnya.

“Saya kagum di Istiqlal adalah melihat bagaimana semua pemuka agama datang di sana. Bukan hanya tokoh agama dari Islam, tapi tokoh agama Katolik, tokoh agama Kristen, tokoh agama Buddha, tokoh agama Hindu, tokoh agama Konghucu, semua berdatangan di sana untuk melaksanakan program vaksinasi,” katanya.

Baca Juga: Kemenkes Sebut Tak Ada Efek Samping Serius Vaksinasi Covid-19

“Saya merasakan betapa Masjid Islam terbesar di Jakarta membuka diri untuk semua tokoh agama besar lainnya untuk hadir bersama-sama melaksanakan program vaksinasi,” ungkap BGS.

BGS mengatakan program vaksinasi ini bisa memberikan contoh bahwa saat bencana melanda seperti pandemi Covid-19 ternyata ada sisi baiknya.

“Jadi program vaksinasi ini bisa memberikan contoh dan pelajaran buat kita semua, bahwa suatu bencana pasti ada sisi baiknya. Dan sisi baiknya adalah bisa merajut kebersamaan, merajut kegotong-royongan gitu ya, seluruh rakyat Indonesia," tukasnya.

“Dengan demikian gak ada lagi bedanya agama A, agama B, agama C, karena kita sadar bahwa kita harus bekerja bersama-sama untuk mengalahkan atau menghadapi pandemi ini,” tegas BGS.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini