Kisah Untung Surapati dengan Gusik Kusumo Putri Kerajaan Mataram Dikejar VOC

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 23 Februari 2021 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 337 2366589 kisah-untung-surapati-dengan-gusik-kusumo-putri-kerajaan-mataram-dikejar-voc-FlJDSKVB0V.jpg Untung Suropati (foto: Wikipedia)

Kisah Untung Surapati menarik, selain cerita ke pahlawannya juga terdapat jalinan asmara dengan putri dari Kerajaan Mataram.

Cerita tentang Untung Surapati ini ditulis FH Wiggers dan diterbitkan tahun 1898 dengan judul Dari Boedak Sampe Djadi Radja. Penulis pribumi yang juga menulis tentang kisah ini adalah sastrawan Abdul Muis dalam novelnya yang berjudul Surapati.

Untung ketahuan hubungan asmaranya fengan Suzana anak majikannya. Ia lantas dibui. Ternyata Untung berhasil kabur dari penjara.

Baca juga:  Kisah Cinta Tragis Untung Surapati dan Suzanna

Dalam pelarian, Untung bergabung dengan masyarakat penentang VOC. Ia berkeliaran di sekitar kota Batavia, membuat onar di sekitar Pecenongan (Sawah Besar), Depok, dan Angke.

Kompeni pusing menghadapi ulahnya. Mereka justru menawari Untung jabatan kemiliteran, dengan pangkat letnan (pangkat tertinggi di VOC untuk bumiputera). Untung diminta untuk menjemput Pangeran Purbaya, putera Sultan Ageng Tirtayasa Banten.

Baca juga:  Bagaimana Wajah Untung Surapati?

Untung berhasil menemukan persembunyian pasukan Pangeran Purbaya, dan dua istrinya yang bernama Raden Ayu Gusik Kusuma (putri dari kerajaan Mataram) dan Ambo Mayangsari di Cikalong, Jawa Barat.

Selain Untung, datang satu peleton pasukan kompeni lain di bawah pimpinan Letnan Kueffler. Tentara Belanda totok itu melecehkan Gusik Kusuma dan Mayangsari. Akibatnya, Untung marah besar dan membunuh seluruh peleton letnan Kueffler, Untung justru berpihak pada Pangeran Purbaya.

Gusik Kusumo minta pulang ke ibukota Mataram. Sedang Pangeran Purbaya akan menyerahkan diri kepada Belanda di Batavia, Gusik tidak setuju niat suaminya. Untung menceritakan kalau dirinya akan menjadi buronan serdadu kompeni karena telah membunuh Kueffler .

Untung mengawal Gusik mencari perlindungan ke Kasultanan Cirebon untuk selanjutnya menuju ke Mataram. Sultan Cirebon masih mempunyai hubungan keluarga dengan Gusik.

Untung dan Gusik yang telah menjalin hubungan asmara bergerak menuju Cirebon. Sultan Cirebon sangat gembira menerima kedatangan Untung, Gusik dan teman-temannya.

Gusik menceritakan peristiwa yang dialami, mulai dari kepergiannya meninggalkan suami sampai pertemuannya dengan Untung. Sultan Cirebon prihatin akan nasib keponakannya, tetapi juga bangga meski seorang wanita tapi tidak gentar melawan kompeni.

Tahun 1685, Untung mendapatkan tambahan nama Surapati dari Sultan Cirebon karena berhasil memberantas perampok pimpinan Surapati.

Sultan menyarankan agar Untung meneruskan perjalanan ke Kartasura. Sultan khawatir kompeni akan menyerang, padahal Cirebon hanya memiliki prajurit dalam jumlah terbatas.

Untung akan mendapat perlindungan di Kartasura karena memiliki prajurit dengan jumlah yang sangat besar. Ayah angkat Gusik adalah Patih Mangkubumi.

Kemudian Gusik mengutarakan niatnya untuk pulang ke Kartasura. Ia rindu kepada keluarganya di keraton Mataram. Selain itu harus secepatnya diberitahu kalau dirinya sudah meminta izin pulang pada suaminya Pangeran Purbaya. Pernikahannya dengan Purbaya atas kehendak Sunan Amangkurat, jadi apapun yang terjadi harus dilaporkan ke Mataram.

Di Kartasura, Untung disambut sebagai pahlawan oleh banyak petinggi istana. Secara diam-diam Sunan Amangkurat II pun juga mendukung Untung Surapati sebab ia sedang menghadapi konflik dengan Pangeran Puger, pamannya, yang hendak menjadi raja dengan meminta dukungan VOC.

Tahun 1686, Untung berhasil mengalahkan pasukan Belanda yang datang hendak menangkapnya di Kartasura. Kapten Tack, pimpinan pasukan Belanda, mati terbunuh. Untuk menghindari pembalasan Belanda, Untung bersama Gusik Kusumo mengungsi ke Kediri lalu bergeser ke Pasuruan.

Di Pasuruan, Untung menjadi bupati, membangun kadipaten, berkuasa sekitar 20 tahunan di sana. Pada bulan antara september-oktober 1706, Untung gugur saat Bangil, Pasuruan diserbu VOC.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini