UU ITE, Kapolri Diminta Gandeng Milenial untuk Sebarkan Narasi Positif di Medsos

Antara, · Selasa 23 Februari 2021 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 337 2366581 uu-ite-kapolri-diminta-gandeng-milenial-untuk-sebarkan-narasi-positif-di-medsos-vZufcnY55p.jpg Kapolri Jenderal Listyo Sigit (foto: Sindo)

JAKARTA - Koordinator Penggerak Millenial Indonesia (PMI), Adhia Muzakki menyambut positif surat edaran yang dikeluarkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, soal penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),

Menurut Adhia, langkah Kapolri dalam mewujudkan ruang digital Indonesia yang bersih, sehat, dan produktif tentunya sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya ujaran kebencian dan pencemaran nama baik kian masif di media sosial.

“Kita dukung langkah Kapolri dalam menindak secara damai laporan-laporan yang masuk terkait dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang kian masif di media sosial,” katanya.

Baca juga:  Berikut Isi Lengkap Surat Edaran Kapolri soal Penanganan Perkara UU ITE

Kapolri sudah menerbitkan surat edaran bernomor SE/2/11/2021, memuat tentang kesadaran budaya beretika untuk mewujudkan ruang digital Indonesia yang bersih, sehat, dan produktif.

Isi surat edaran itu, salah satunya meminta penyidik polisi mengedepankan restorative justice dalam penyelesaian perkara.

 Baca juga: Mahfud MD Bentuk 2 Tim Kajian UU ITE, Ini Orang-orangnya

Jenderal Listyo juga meminta penyidik memprioritaskan langkah damai dalam menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan laporan dugaan pelanggaran UU ITE.

Kemudian, langkah Kapolri itu tentunya, kata Adhia, juga harus diimbangi dengan usaha kaum milenial dan seluruh komponen bangsa dalam menggunakan media sosial dengan bijak.

Salah satu upaya yang harus dilakukan kelompok milenial, menurutnya lagi, adalah dengan menyebarkan narasi-narasi positif dan konten kreatif.

“Alhamdulillah, kami di PMI konsisten menyebarkan narasi-narasi positif di media sosial,” kata dia lagi.

Adhia juga berharap Kapolri menjadikan kelompok milenial sebagai episentrum dalam menjaga dan merawat kebinekaan di media sosial.

“Pak Kapolri harus gandeng milenial untuk menyebarkan narasi positif di media sosial,” ujarnya pula.

Adhia mencatat pengguna media sosial di Indonesia pada 2020 paling banyak yakni berusia 25-34 tahun. Rinciannya, pengguna laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 20,6% dan 14,8%.

Posisi selanjutnya, kata Adhia, yakni pengguna berusia 18-24 tahun. Rinciannya, pengguna laki-laki 16,1% dan perempuan 14,2%.

Jumlah pengguna media sosial di Indonesia paling sedikit, yakni berusia 55-64 tahun, kemudian usia 65 tahun ke atas.

“Media sosial itu dunianya milenial, jadi yang harus jaga gawang ada di kelompok milenial,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini