Satgas : PPKM Mikro Langkah Tepat Turunkan Kasus Aktif Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 22 Februari 2021 22:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 337 2366518 satgas-ppkm-mikro-langkah-tepat-turunkan-kasus-aktif-covid-19-wuVqKFEP8n.jpg Ilustrasi pasien corona. (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah mengklaim pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro selama 5 minggu menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Satgas pada 19 Februari 2021, jumlah kasus aktif virus corona (Covid-19) secara nasional menurun 17,27% selama sepekan atau pada pekan ke-6 pelaksanaan PPKM.

Berbagai indikator penanganan kesehatan dan pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat, juga menunjukkan terjadinya berbagai kemajuan yang signifikan. Hal ini mendorong pemerintah untuk memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan PPKM mikro hingga 8 Maret 2021.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) Alexander K Ginting, menegaskan pelaksanaan PPKM Mikro langkah tepat menurunkan kasus Covid-19.

“Jadi, artinya tepat kita lihat PPKM itu adalah menurunkan pelacakan kontak dan sekaligus juga pengawasan mereka yang diisolasi atau yang dikarantina di tingkat desa. Puskesmas tidak bisa bekerja sendiri,” ucapnya dalam dialog Dampak Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro secara virtual, dari Media Center Graha BNPB Jakarta, Senin (22/2/2021).

“Artinya, PPKM skala mikro kita sudah mulai kemarin tanggal 9 Februari dan kemudian ini adalah lanjutan dari PPKM yang jilid I dan jilid II. Bedanya ini diterapkan di tingkat desa, yang di tingkat Desa itu didampingi oleh Posko Desa dan kemudian ada juga masih di RT/RW,” kata Alex.

Alex menjelaskan, dalam pelacakan kontak kasus Covid-19 saat pelaksanaan PPKM mikro ini juga ada aturannya. Pengujiannya tergantung dengan level zonasi risiko Covid-19.

Baca Juga : PPKM Mikro Jilid II Mulai 23 Februari, Simak Aturannya Berikut Ini

“Berdasarkan hasil pelacakan kontak kan jadi kalau kita lihat dari aturan main yang diberikan PPKM mikro ini. Kalau di tingkat kecamatan yang banyak agak longgar ya, karena aktivitas masih buka, kemudian tapi sekolah masih ditutup. Tapi yang terjadi adalah di tingkat PPKM pada pengujian-pengujian dan itu adalah di level zonasinya,” tuturnya.

Baca Juga : PPKM Mikro, Okupansi RS Covid-19 di Jawa-Bali di Bawah 70%

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini