Selain Polisi, 4 Warga Ditangkap Terkait Dugaan Penjualan Senpi ke KKB Papua

Riezky Maulana, iNews · Senin 22 Februari 2021 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 337 2366386 selain-polisi-4-warga-ditangkap-terkait-dugaan-penjualan-senpi-ke-kkb-papua-V3A09WzRxy.jpg Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. (Foto : iNews/Riezky Maulana)

JAKARTA - Polri menyatakan dalam kasus dugaan penjualan senjata api (senpi) dan amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, pihaknya menangkap enam orang. Kasus ini awalnya terungkap dari penangkapan seorang warga Bintuni, Papua Barat yang membawa satu unit revolver dan satu senjata laras panjang rakitan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menuturkan, dari enam orang yang ditangkap, empat di antaranya warga sipil.

"Hasil penyelidikan diamankan enam orang yang diduga-duga terlibat dengan asal-usul darimana senjata tersebut, serta diamankan empat dari warga sipil," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2021).

Lebih jauh dia memaparkan, dua orang lagi yang ditangkap merupakan anggota kepolisian. Adapun keduanya bertugas di Polres Ambon.

Hingga saat ini, kata Ramadhan, keenam pelaku telah diamankan. Menurutnya, para pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh pihak kepolisian dari Bid Propam dan Dittipidum Polda Maluku.

"Jadi saat ini enam orang masih diamankan dan dilakukan pemeriksaan oleh Bid Propam Polda dan Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Maluku," tuturnya.

Baca Juga : 2 Oknum Polisi Ditangkap Polda Maluku, Diduga Jual Senpi ke Kelompok Kriminal Bersenjata

Sebelumnya, Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferry Sambo mengaku telah mengirimkan tim khsusus guna menangani dugaan keterlibatan anggota kepolisian dalam proses penjualan senjata ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Propam Polri mengirimkan tim khusus untuk mendampingi Propam Polda Maluku melakukan penyelidikan kasus ini," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (22/2/2021).

Dia menjelaskan, jika memang keduanya melakukan tindak pidana seperti yang disangkakan, yakni melakukan jual beli senjata maupun amunisi kepada KKB Papua, maka akan diajukan ke pengadilan. Propam, kata dia, juga akan melakukan sidang komisi etik setelah putusan pengadilan.

Baca Juga : 2 Polisi Diduga Terlibat Penjualan Senpi ke KKB, Propam Kirim Tim Khusus

"Melakukan jual beli senjata maupun amunisi kepada KKB Papua, karenanya akan diajukan ke pengadilan. Sidang Komisi Etik Propam Polri akan segera dilakukan setelah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau inkracht," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini