Napoleon Bonaparte Sebut Kasus yang Menjeratnya Rendahkan Martabat Keluarga

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 22 Februari 2021 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 337 2366314 napoleon-bonaparte-sebut-kasus-yang-menjeratnya-rendahkan-martabat-keluarga-wfXMyxsTvI.jpg Irjen Napoleon Bonaparte saat membacakan nota pembelaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/2/2021). (Foto : Sindonews/Raka Dwi Novianto)

JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan suap penghapusan red notice untuk Djoko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra), Irjen Napoleon Bonaparte, menyebut perkara yang menimpanya telah merendahkan martabat keluarganya.

"Bagi saya Yang Mulia, permasalahan ini sangat merendahkan martabat keluarga persis seperti yang diucapkan oleh saudara-saudara saya orang Bugis yang mengatakan mate na siri, mate na siri," kata Napoleon saat membacakan nota pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021).

Napoleon menegaskan, dirinya telah mengabdi untuk institusi Polri selama hampir 32 tahun. Ia sebisa mungkin menjadi tauladan bagi keluarga dan rekannya.

"32 tahun pengabdian kepada negara sudah saya jalani tanpa cacat sedikitpun saya selalu berupaya menjadi tauladan bagi keluarga dan rekan-rekan saya sesama polisi untuk hidup bersahaja dan tidak bermewah-mewahan karena kita memang saya tidak punya dan tidak layak untuk melakukannya," tuturnya.

"Belum tentu yang menggerakkan semua ini adalah orang-orang yang lebih baik daripada saya sebagai polisi," katanya.

Baca Juga : Dituntut 3 Tahun Penjara, Irjen Napoleon Bonaparte Ajukan Pembelaan

Sebelumnya diberitakan, Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dituntut tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selain itu, jaksa juga menuntut Irjen Napoleon untuk membayar denda sebesar Rp100 juta subsidair 6 bulan kurungan.

JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) meyakini, Irjen Napoleon terbukti secara sah bersalah karena menerima suap dari terpidana Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra) melalui rekannya, Tommy Sumardi. Uang itu, berkaitan dengan upaya penghapusan nama Djoko Tjandra dari Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Menuntut, agar Majelis Hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun dikurangi selama terdakwa berada di tahanan dan denda Rp100 juta subsidair 6 bulan kurungan," ujar Jaksa Junaidi saat membacakan surat tuntutan Irjen Napoleon Bonaparte di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2021).

Dalam melayangkan tuntutannya, Jaksa mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Adapun, hal yang memberatkan tuntutan, Jaksa menilai perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam rangka penyelenggaraan yang bersih.Kemudian, perbuatan terdakwa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Baca Juga : Bacakan Nota Pembelaan, Napoleon Mengaku Jadi Korban Kriminalisasi

"Hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan, dan belum pernah dihukum," ucap Jaksa Junaidi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini