Relawan FPI Bantu Korban Banjir Dibubarkan, Polisi: Kita Larang Organisasi, Bukan Kegiatannya

Riezky Maulana, iNews · Senin 22 Februari 2021 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 337 2366296 relawan-fpi-bantu-korban-banjir-dibubarkan-polisi-kita-larang-organisasi-bukan-kegiatannya-4k5smSdzI3.jpg Polisi bubarkan relawan FPI saat kegiatan membantu korban banjir. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Mabes Polri buka suara ihwal pembubaran relawan Front Pembela Islam (FPI) yang membantu korban banjir di Jakarta. Petugas gabungan TNI-Polri membubarkan kegiatan di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021).

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, pihaknya tidak mau meributkan hal tersebut lebih jauh. Menurutnya, sudah jelas tercatat bahwa FPI adalah organisasi terlarang di Indonesia.

"Kita tidak meributkan itu, tentunya kita melihat bahwa FPI sebuah organisasi terlarang," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Sidang Praperadilan Habib Rizieq Ditunda Pekan Depan

Ramadhan menjelaskan, pihaknya tidak melarang aktivitas berbau kemanusiaan yang dilakukan oleh para relawan FPI. Menurutnya, ada syarat yang harus dipatuhi oleh para relawan, yaitu dengan cara melepas segala bentuk atribut yang berbau FPI.

"Bukan kegiatannya, tapi organisasinya. Jadi yang dilarang adalah organisasi tersebut, bukan dia melakukan kegiatan. Misalnya dia bantu banjir, tapi dia enggak boleh membawa-bawa atribut atau organisasi tersebut," ujarnya.

Baca juga: Relawan FPI Diusir Polisi saat Bantu Korban Banjir, Ini Reaksi Munarman

Sebelumnya, eks Sekertaris Umum FPI Munarman menanggapi aksi aparat TNI-Polri yang menghalau relawan Front Persaudaraan Islam (FPI) yang membantu korban banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada Sabtu (20/2/2021). Para relawan, kata Munarman, diminta untuk menghapus logo serta atribut yang bertuliskan FPI.

"Tulisan FPI di perahu dipaksa dihapus dengan cat. Tetapi masih terlihat juga," katanya.

Meskipun sempat dilarang, kegiatan penyaluran bantuan sosial oleh relawan FPO untuk korban kebanjiran di daerah Jakarta Timur, tetap berlangsung. FPI menerjunkan perahu karet untuk membantu mengevakuasi warga.

Sekadar informasi, Front Pembela Islam berganti nama menjadi Front Persaudaraan Islam setelah dibubarkan oleh pemerintah. FPI dibubarkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang diteken oleh enam pejabat tinggi negara.

SKB dengan nomor 220-4780 Tahun 2020, Nomor M.HH-14.HH.05.05 Tahun 2020, Nomor 690 Tahun 2020, Nomor 264 Tahun 2020, Nomor KB/3/XII/2020, dan Nomor 320 Tahun 2020 itu juga berisikan tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan FPI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini