Menteri PUPR: Tanggul Sungai dan Irigasi Jebol Penyebab Banjir Karawang

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 22 Februari 2021 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 337 2366184 menteri-pupr-tanggul-sungai-dan-irigasi-jebol-penyebab-banjir-karawang-2yS11Mhe8W.jpg Banjir Karawang.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Banjir Karawang pada Minggu (21/2/2021) pukul 01.00 WIB bukan hanya imbas curah hujan yang tinggi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, jebolnya tanggul sungai Citarum menyebabkan banjir di 4 desa di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat.

“Kita lihat tadi ada beberapa tanggul-tanggul yang jebol. Bukan hanya tanggul sungai tapi juga tanggul irigasi. Itu muka airnya sudah rata semua, ya,” ungkap Basuki melalui keterangan video, Senin (22/2/2021).

Baca Juga: Tinjau Banjir di Karawang, Kepala BNPB Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta

Diketahui, pagi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen Doni Monardo melakukan peninjauan menggunakan di helikopter dari Halim Perdana Kusuma ke lokasi jebolnya tanggul Sungai Citarum dan sejumlah titik terdampak banjir lainnya di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: 150 Personel Marinir AL Dikerahkan ke Banjir Karawang

Basuki menjelaskan, air yang masuk ke bendungan Jatiluhur juga menjadi penyebab terjadinya banjir di Karawang akibat air yang meluap.

“Jadi saya kira ini karena apa? Karena ada di hilirnya bendungan Jatiluhur. Hilir bendungan Jatiluhur ada anak sungai Citarum, namanya sungai Cibeet, debitnya sekarang yang masuk sungai Citarum 900 meter kubik per detik,” ujarnya.

“Jadi walaupun di Jatiluhur dikurangi outflownya, karena hanya untuk menggerakkan listrik tapi bergabung dengan Ci Beet menjadi 1.300 meter kubik per detik. Daya tampungnya 1.100 meter kubik per detik, sehingga itu meluap,” tambahnya.

Basuki pun mengatakan saat ini peralatan dari Balai Besar Citarum telah bergerak untuk mengatasi.

“Kami juga mulai bergerak, peralatan dari Balai Besar Citarum untuk segera mengatasi. Dan tadi kalau kita ada tenda-tenda biru itu sudah mulai bekerja sebetulnya untuk menutup itu,” pungkasnya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini