Publik Figur Dalam Pusaran Politik, dari Bupati hingga Gubernur

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Senin 22 Februari 2021 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 337 2366105 publik-figur-dalam-pusaran-politik-dari-bupati-hingga-gubernur-MSZDXHi7oz.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Jelang pilkada daerah 2022, sejumlah publik figur terdiri aktris/aktor/selebgram masuk bursa calon kepala daerah. Tak terkecuali Pilkada DKI, nama mentereng seperti Raffi Ahmad, Agnes Monika, hingga Baim Wong disebut sebut sebagai calon kuat pesaing Gubernur Jakarta saat ini, Anies Baswedan.

(Baca juga: Sandiaga dan Angela Tanoesoedibjo Hadiri Upacara Pemakaman Mantan Menteri Pariwisata I Gede Ardika)

Belakangan nama terjunnya public figure dalam perpolitikan nasional bukanlah hal yang baru. Sejak era-reformasi 1998 lalu ketenaran publik figur kerap digunakan sejumlah partai mendongkrak popularitas mereka.

Bahkan beberap nama publik figur pun kini telah menduduki jabatan penting dalam catur politik nasional, ada yang menjadi anggota DPR, Duta Besar, anggota DPRD, Gubernur Provinsi, maupun Bupati atau Walikota sejumlah daerah.

14 orang DPR

Pada 2019 lalu misalnya, Pileg di tahun itu, sedikitnya ada 14 orang artis yang duduk di kursi panas senayan. Mereka bahkan menduduki sejumlah posisi penting dalam struktur partainya. Seperti Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio yang merupakan grup lawak dari Patrio.

Pileg 2019 menjadi kali ketiga suami dari Viona Rosalina ini menjadi anggota legislatif. Sebelumnya Eko juga dua kali terpilih di pileg 2009 dan 2014 lalu. Sementara pada pileg 2019, ia mampu mengantongi suara 104.564 suara dari Dapil DKI Jakarta 1. Kini selain duduk di senyan, Eko juga dipercaya menjadi Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jakarta.

(Baca juga: Tegas! Polisi Minta Pendukung Habib Rizieq Patuhi Protokol Kesehatan)

Selain Eko ada pula sejumlah nama artis lainya mereka kemudian tersebar dibeberapa partai, yakni empat anggota berasal dari PDI Perjuangan, yakni Rieke Dyah Pitaloka, Krisdayanti, Rano Karno, dan Nico Siahaan. Tiga orang dari PAN yang diisi oleh Desy Ratnasari, Primus Yustisio, serta Eko Patrio. PKB dua orang, yakni Tomy Kurniawan dan Arzeti Bilbina. Serta Gerindra, Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Golkar yang masing seorang, yakni Mulan Jameela (Gerindra), Muhammad Farhan (Nasdem), Dede Yusuf Macan Effendi (Partai Demokrat), dan Nurul Arifin (Golkar).

Meski demikian, bila membandingkan seluruh anggota DPR yang berjumlah 575 orang, maka kouta artis sendiri hanya 2,4 persen dari seluruh anggota DPR. Sementara berdasarkan catatan calon legislatif pada Pileg 2019 lalu, tercatat ada 91 publik figure yang bertarung dengan 7.877 caleg lainnya dari 20 partai politik di 34 provinsi di Indonesia.

Sementara untuk DPR Daerah, tercatat mantan penyanyi cilik Tina Toon menjadi satu satunya artis yang menang dalam perebutan anggota legislatif tingkat daerah. Pelantun bolo bolo itu kini tercatat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dari PDI Perjuangan.

Sementara untuk jabatan Kepala Daerah, publik figur seringkali disandingkan dengan tokoh masyarakat mendongkrak popularitas saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Beberapa diantara ada yang berhasil sukses dalam pertarungan Politik.

Sebut saja Rano Karno. Jauh sebelum menjadi anggota DPR RI. Pemeran Kasdullah alias Doel dalam sinetron legendaris Si Doel anak Sekolahan ini merupakan Wakil Bupati Tangerang tahun 2008-2013 lalu. Ia kemudian melepaskan jabatan wakil dan bertarung dalam Pilgub Banten di tahun 2012 bersama Ratu Atut Chosiyah di Pilkada Banten 2012 dan menang.

Ia bahkan sempat menjabat Plt Gubernur Banten di tahun 2014 saat Atut tersandung korupsi di tahun 2014. Sempat maju kembali sembagai Gubernur Banten tahun 2017, namun Rano yang bersanding dengan Embay Mulya Syarief kalah tipis dari anak Atut, Andika Hazrumy yang kala itu disandingkan dengan Wahidin Halim.

Selain Rano ada pula, Dede Yusuf yang sempat menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar periode 2008-2013 bersanding dengan Ahmad Heryawan (Aher). Sayang di periode selanjutnya 2013-2018, Dede Yusuf harus mengakui keunggulan Aher yang kala itu disandingkan dengan Deddy Mizwar atau si naga Bonar. Demiz, panggilan akrabnya sempat menjadi Wagub Jabar di periode itu namun kalah di tahun 2018 oleh Ridwan Kamil.

Selain ketiganya, ada pula Zumi Zola yang merupakan pesinetron dan sempat menjabat Bupati Tanjung Jabung Timur tahun 2011-2015 dan kembali terpilih menjadi Gubernur Jambi di tahun 2016, namun tersangkut KPK di tahun 2018.

Sementara ditingkat Kota dan Kabupaten, nama mentereng Sigit Purnomo atau Pasha Ungu membuat dirinya dan Hidayat menang dalam Pilkada Palu 2016 lalu. Pasha kini masih menjabat sebagai Wakil Walikota Palu hingga 2021 mendatang.

Selain itu, ada pula Hengky Kurniawan yang kini menjadi Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat periode 2018 – 2023. Sebelum terpilih, Hengky diketahui pernah lima kali mencoba peruntungannya menjadi Kepala Daerah namun gagal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini