Fondasi Rel Tergerus Banjir, 42 Perjalanan Kereta Masih Terputus

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Senin 22 Februari 2021 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 337 2366034 fondasi-rel-tergerus-banjir-42-perjalanan-kereta-masih-terputus-07IJvS2d4r.jpg Fondasi rel kereta tergerus banjir.(Foto:Ist)

JAKARTA - Fondasi rel yang tergerus banjir membuat 42 perjalanan kereta jarak jauh menuju dan dari bekasi, Jawa Barat, tak dapat melintas.

Lokasi fondasi yang berantakan itu terjadi di ruas jalur Kedunggedeh - Lemahabang, Bekasi, Jawa Barat. Hingga kini perbaikan masih dilakukan oleh petugas dari Daop 1 PT KAI.

"Saat ini kondisi jalur masih belum aman untuk dilalui KA, sehingga perjalanan KA yang melalui jalur lintas Kedunggedeh - Lemahabang pada keberangkatan tanggal 22 Februari belum dapat dioperasikan," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, Senin (22/2/2021) pagi.

Demi mempercepat proses perbaikan, KAI telah menurunkan alat berat berupa mesin Profile Ballast Regulator yang berfungsi untuk mengembalikan pondasi jalur KA seperti semula.

Baca Juga: Banjir Rendam Rel KA Jarak Jauh, Perjalanan Terganggu

Terhadap hal ini, KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan ketidakberangkatan sejumlah perjalanan kereta yang terjadi.

Karena itu, Joni menjelaskan pelanggan yang perjalanan KA nya dibatalkan telah dihubungi oleh Contact Center KAI121 untuk diinfokan terkait pengembalian tiketnya. Pengembalian sendiri berupa 100 persen bagi pelanggan yang perjalanan KA nya telah dibatalkan. Nantinya, pembatalan dapat dilakukan di seluruh stasiun penjualan tiket KA Jarak Jauh / Lokal hingga 30 hari setelah tanggal keberangkatan.

Baca Juga: Jalur Kedunggedeh-Lemahabang Terendam Banjir, Perjalanan Kereta Api Terganggu

"KAI memohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat dibatalkannya perjalanan KA karena cuaca ekstrim yang mengakibatkan jalur KA terendam banjir. Kami akan terus berupaya dengan maksimal agar perjalanan KA dapat segera kembali normal," tutup Joni.

Sebelumnya, cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah tersebut, pada Sabtu (20/2/2021) mengakibatkan banjir serta meluapnya sungai yang menyebabkan pondasi jalur kereta api tergerus oleh derasnya arus banjir.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini