43 Tahun Berdiri, Jalan Panjang Pembangunan Masjid Istiqlal di Tengah G30S/PKI

Fahmi Firdaus , Okezone · Senin 22 Februari 2021 07:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 337 2365995 43-tahun-berdiri-jalan-panjang-pembangunan-masjid-istiqlal-di-tengah-g30-spki-vvKKpuzKTd.jpg Foto: Okezone

MASJID Istiqlal dikenal dunia sebagai masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951 dan rampung serta resmi digunakan pada 22 Februari 1978.

(Baca juga: Viral, Detik-Detik Banjir Besar di Metland Bekasi Robohkan Tembok Warga)

Masjid kebanggaan bangsa Indonesia ini diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto pada 22 Februari 1978 atau tepat hari ini 43 tahun silam.

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan renovasi Masjid Istiqlal. Renovasi sendiri dilakukan selama 14 bulan dengan pekerja kurang lebih 1.000 orang.

“Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim saya resmikan renovasi masjid istiqlal hari ini,” katanya di Masjid Istiqlal, Kamis 7 Januari 2021.

Dikatakan Jokowi, renovasi yang dilakukan merupakan yang pertama sejak 42 tahun lalu. Di mana memakan biaya sebesar Rp511 miliar.

Menilik namanya, “Istiqlal” yang dalam bahasa Arab berarti “Merdeka”, masjid ini jadi salah satu buah pikiran Presiden pertama RI Ir Soekarno, sebagai ungkapan dan wujud rasa syukur kepada Allah Ta’ala yang telah menganugerahkan kemerdekaan dari penjajahan.

Penggagasan pembangunan masjidnya sedianya lebih dulu melalui jalan panjang. Mulai dari perencanaan dan pembentukan kepanitaan pembangunan, sampai dilayangkannya sayembara.

Kepanitaan pembangunan diprakarsai Menteri Agama RI kala itu, KH Wahid Hasyim; Anwar Tjokroaminoto, tokoh Syarikat Islam yang juga putra “guru bangsa” HOS Tjokroaminoto, serta KH Taufiqurrahman. Dari situ, tercetus pula untuk melakukan sayembara tentang rancangan masjidnya.

Sayembara digelar untuk menyeleksi berbagai rancangan yang diajukan sejumlah pihak. Presiden Soekarno sendiri bertindak sebagai Ketua Dewan Juri dalam sayembara maket Masjid Istiqlal yang sebelumnya, diumumkan via berbagai surat kabar dan media elektronik (radio).

Dari berbagai pengajuan rancangan maket yang masuk, dipilihlah juaranya Friedrich Silaban dengan desain bersandi “Ketuhanan”. Arsiten non-muslim itu sebagai juara sayembara, dianugerahi medali emas 75 gram dan uang tunai Rp25 ribu.

Setelah rancangan dipilih dari karya Friedrich Silaban, pemancangan tiang pertama dalam proyek pembangunannya dilakukan langsung pula oleh Presiden Soekarno, pada 25 Agustus 1961 yang juga bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam

Proyek pembangunannya sempat tersendat akibat suhu politik yang kurang kondusif. Terlebih pada akhir September-awal Oktober 1965, meletus peristiwa Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).

Pada 1 Oktober 1965 dini hari, enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Tjakrabirawa) yang dianggap loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol Untung.

Mereka yang menjadi korban adalah Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani; Mayor Jenderal Raden Soeprapto; Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono; Mayor Jenderal Siswondo Parman; Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan; Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo; serta Lettu Pierre Andreas Tendean.

Jenazah mereka ditemukan masyarakat dan tentara di sebuah sumur yang sebelumnya ditanam pohon pisang pada 3 Oktober 1965. Maka dari itu, pembangunan Masjid Istiqlal dihentikan hingga suasana mencekam mereda.

Pembangunan yang sempat mangkrak itu kembali dilanjutkan pada 1966 oleh Menteri Agama RI KH M Dahlan. Baru 17 tahun berselang, Masjid Istiqlal rampung dibangun dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden kedua RI Soeharto tepat hari ini 39 tahun lampau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini